Jumat, 06 November 2026
Mungkin pembahasannya agak ketinggalan, tapi rasanya sayang banget kalau drama ini lewat tanpa review mendalam. Di luar sana, kebanyakan orang cuma heboh bahas adegan kokopannya yang hot. Padahal, kalau mau jujur, drama ini punya kedalaman alur dan konsep Sci-Fi yang sangat menarik untuk dibedah.
Daripada sekadar romansa biasa, drama ini berdiri di atas fondasi Sci-Fi Suspense Romance berlatar masa depan (tahun 2051) dan bukan di bumi. Dunia yang digambarkan sedang dilanda wabah Affinity Virus, mutasi genetik yang membagi manusia ke dalam dua klasifikasi ekstrem: Sentinel (tipe penyerang yang punya fisik kuat tapi mentalnya rentan goyah) dan Guide (tipe penyembuh yang bisa menetralkan insting agresif Sentinel).
Baca juga:
Membandingkan Blossom dengan A Dream of Red Mansion
Konsep Sentinel-Guide System inilah yang membuat ikatan kedua tokoh utamanya jadi sangat intens. Hubungan mereka bukan sekadar "suka sama suka", tapi ada ketertarikan biologis dan emosional yang tak terelakkan akibat mutasi genetik tersebut.
Cui Yuxin (崔雨鑫) sebagai Xie Xinxu / Gu Yanqing: Terinfeksi tipe B (Sentinel), memiliki kemampuan empati yang lemah, obsesif, dan posesif. Ia secara bertahap belajar mencintai dan berempati demi Wu Nongyu.
Fang Jin (方瑾) sebagai Wu Nongyu: Terinfeksi tipe A (Guide), seorang mahasiswi pascasarjana yang baik hati dan pemberani, memiliki kemampuan menyembuhkan.
Wang Yijun (王一钧) sebagai Wu Siyuan: Kakak laki-laki Wu Nongyu, anggota Biro Administrasi Khusus. Terlihat lembut namun sebenarnya tenang dan terkendali.
Gao Weiman (高维蔓) sebagai Li Xiang: Terinfeksi tipe B, memiliki kekuatan tempur yang kuat, setia dan mencintai Wu Siyuan.
Cerita bermula lima tahun lalu saat Wu Nongyu (Fang Jin) menyusul kakaknya ke sebuah TKP pembunuhan. Di sana, ia bertemu dengan Xie Xinxu (Cui Yuxin), pria misterius yang dicurigai sebagai pelaku. Pertemuan singkat itu memicu ikatan genetik yang luar biasa kuat di antara keduanya.
Lima tahun kemudian, Xie Xinxu muncul kembali menggunakan identitas samaran Gu Yanqing. Di tengah ancaman penyebaran virus Affinity yang kian mematikan dan konspirasi rahasia eksperimen genetik, keduanya terjebak dalam hubungan manipulatif, obsesif, sekaligus saling membutuhkan untuk bertahan hidup.
Baca juga:
A Family of Three in The Same Class
![]() |
| Second CP dalam drama Affinity |
Sebenarnya, erotica romance berbalut science fiction bukan hal baru buat saya. Dulu, saya ingat ada novel karangan SairaAkira berjudul "General's Wife" (2017). Hanya saja, novel ini memang sangat panas dan fokus ke bagaimana hubungan intim tokoh utamanya.
Affinity sendiri justru antitesis dari novel tersebut. Dalam kisah ini, tampak jelas bagaimana Wu Nongyu sangat ngotot mencari cara memperpanjang umur selain dengan cara berhubungan badan. Dia menolak keras pasangan yang dicarikan kakaknya, dan pada akhirnya Xie Xinxu menggunakan cara ekstrem lewat transfusi darah.
Konflik paling menarik dari drama ini adalah dilema moralnya: Apakah rasa cinta dan obsesi Xie Xinxu murni berasal dari hatinya, atau sekadar manipulasi dorongan biologis virus? Dinamika penolakan dan kepasrahan para tokohnya membuat alur ceritanya terasa berbobot.
Baca juga:
Sinopsis dan Review Drama China New Life Begins
Adegan-adegannya menurut saya dieksekusi dengan sangat baik, dari adegan action, adegan romantis, hingga adegan mimpi di dalam mimpi Wu Nongyu menggunakan angle yang pas dan khas drama thriller. Permainan emosi dan tokoh yang dikorbankan/mati juga sangat pas hingga membuat penonton ikutan merasa baper.
Saya sangat suka akting Cui Yuxin sebagai Xie Xinxu yang penuh obsesi. Tatapan mata dan ekspresi mikronya terlihat gelap dan dominan. Di sisi lain, ia dapat terlihat rapuh dan mendatangkan empati, terlebih di ending.
Kekurangan drama ini, saya mencoba maklum karena budget mereka terbatas, world building-nya terlalu mirip dengan bumi masa kini, hingga tidak terlihat setting drama ini ada di galaksi/planet lain. Kalau saja dibuat lebih berbeda, mungkin world building-nya akan lebih meyakinkan.
Meskipun memang adegan panas dalam drama ini sukses bikin penasaran, kedalaman ceritanya sendiri sama sekali tidak boleh diabaikan. Latar science fiction yang diusung sebenarnya dirancang cukup detail, bahkan sampai ada elemen spesifik seperti pengiriman gas helium dari bumi demi menyembuhkan Xie Xinxu—meski ya balik lagi, urusan modal dan keterbatasan anggaran tetap berpengaruh pada tampilan visualnya. Di luar kekurangan visual tersebut, perpaduan konsep genetik yang unik, tensi suspense yang terjaga, serta performa akting Cui Yuxin yang emosional membuat 《炽热吸引》 (Affinity) tetap sangat layak untuk masuk dalam watchlist kamu.
Baca juga:
Jika kamu mencari drama China yang lebih dari sekadar menjual adegan mesra—melainkan punya konsep genetik yang unik, tensi suspense yang konsisten, dan konflik emosional yang dalam—《炽热吸引》 (Affinity) sangat wajib masuk watchlist kamu!
Tidak ada komentar:
Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Mohon tidak mengcopas isi artikel tanpa izin. Jika berkenan, silakan tinggalkan komentar dengan sopan. Diharapkan untuk tidak mengirimkan link hidup dalam komentar. Terima kasih atas perhatiannya :)