Sabtu, 24 Oktober 2026
Pengalaman saat mami sakit sampai terpaksa harus menjual rumah memberikan pelajaran hidup yang sangat pahit. Di situasi sulit seperti itu, aku sadar betul bahwa kita tidak bisa menggantungkan harapan kepada orang lain. Pada akhirnya, cuma uang yang bisa dipercaya dan benar-benar bisa diandalkan.
Walau biaya pengobatan dan operasi Mami di-cover oleh BPJS, biaya sehari-hari seperti biaya makan harian, listrik, bensin untuk operasional bolak-balik tentu tidak ditanggung. Apalagi kalau kita sebatang kara, siapa yang akan mengurus kita saat sakit kalau tidak melalui jalur profesional sebagai caregiver?
Tanpa perlindungan yang tepat, tabungan dan uang tunai akan habis tergerus untuk menutupi semua biaya tersebut, hingga akhirnya aset berharga seperti rumah pun harus dikorbankan. Ini pun Mami masih beruntung punya rumah. Bagaimana dengan yang tidak punya aset?
Mengapa Kita Tidak Bisa Mengandalkan Anak, Saudara, atau Teman?
Saat musibah besar datang, meminta bantuan atau mengharapkan belas kasihan dari orang-orang terdekat sering kali hanya berujung kekecewaan dan rasa sakit hati. Ada alasan realistis di baliknya:
1. Saudara Memiliki Batas Kesabaran dan Prioritas Masing-Masing
Mami sendiri sebenarnya memiliki saudara yang beberapa kali mau meminjamkan uang dan mengantar Mami ke rumah sakit. Namun, bantuan itu tidak pernah benar-benar tulus tanpa beban. Di balik bantuan itu, mereka tetap saja mengeluh. Tentu saja keluhan dan sindiran bukan hal yang menyenangkan untuk didengar. Sayangnya, manusia adalah manusia, bukan malaikat. Mereka semua punya batasan. Ada yang batasnya tinggi, ada yang rendah.
2. Keterbatasan Diri dan Tekanan Finansial
Di posisi itu, saya sebagai anak yang memiliki jam kerja ketat dan kondisi finansial ngap-ngapan merasa sangat stres dan tidak berdaya. Meski saya tidak ikut merawat Mami secara langsung, saya turut merasakan stresnya Mami, insomnianya Mami, juga mendengarkan curhat Mami tentang apa yang dia hadapi.
Baca juga:
Pentingnya Memelihara Kesehatan Mental
3. Kecemasan akan Masa Tua Sendiri
Melihat semua kerumitan ini membuat saya sering melamun dan kepikiran masa tua kelak. Jika Mami saja yang masih memiliki suami, anak, dan saudara-saudara yang peduli harus melewati kerumitan seperti ini, bagaimana nasib saya nanti di masa tua saat saya tidak punya siapa-siapa? Meski saya sangat percaya Tuhan pasti tidak akan menelantarkan umat-Nya, saya tetap merasa tidak aman
4. Empati Orang Lain Ada Batasnya
Orang terdekat mungkin bisa memberikan bantuan sekadarnya di awal. Namun untuk urusan biaya dan proses yang berlangsung lama, tidak ada orang luar yang bisa terus-menerus membantu tanpa mengeluh.
Pada akhirnya, berharap pada manusia hanya akan membuat kecewa. Kalau pepatah bilang
Sedia payung sebelum hujan.
Hanya kita yang bisa membuat persiapan untuk masa tua dan sakit nanti.
Kejadian yang menimpa mami membuka mata saya lebar-lebar bahwa mengandalkan tabungan saja tidak pernah cukup. Di sinilah pentingnya memiliki asuransi kesehatan yang baik:
1. Menjaga Uang Tunai untuk Kebutuhan Hidup
Ketika biaya rumah sakit dan pengobatan medis sudah ditanggung oleh asuransi, uang tunai yang kita miliki tidak habis terkuras. Uang tersebut tetap aman untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan, listrik, bensin, hingga bayar caregiver.
2. Melindungi Aset Berharga dari Penjualan Darurat
Asuransi kesehatan bertindak sebagai benteng finansial. Kita tidak perlu mengorbankan atau menjual aset utama seperti rumah hanya untuk bertahan di tengah krisis kesehatan.
Baca juga:
Pentingnya Kemandirian Finansial
3. Kebebasan Memilih Perawatan Terbaik
Dengan adanya proteksi asuransi, kita memiliki fleksibilitas untuk mendapatkan penanganan medis yang optimal tanpa harus pusing memikirkan tagihan rumah sakit yang membengkak.
4. Kemandirian Finansial dan Ketenangan Masa Depan
Memiliki asuransi memastikan kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. Ini adalah garansi bagi masa tua kita sendiri agar kelak tidak perlu memohon bantuan, mendengar keluhan orang lain, atau bergantung pada belas kasihan siapa pun.
Kesimpulan
Kembali ke persiapan masa tua nanti. Memiliki asuransi kesehatan yang tepat adalah bentuk persiapan mandiri yang paling realistis demi melindungi masa depan, dan kelangsungan hidup kita supaya nanti kita tidak mati terlantar sebagai gelandangan di pinggir jalan.
Tidak ada komentar:
Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. Mohon tidak mengcopas isi artikel tanpa izin. Jika berkenan, silakan tinggalkan komentar dengan sopan. Diharapkan untuk tidak mengirimkan link hidup dalam komentar. Terima kasih atas perhatiannya :)