Jumat, 11 Desember 2020

Catatan Perjalanan: Menjelajah Jalan Gajah Mada, Denpasar

Pernahkah Teman-teman berjalan-jalan ke kota Denpasar? Biasanya, kawan-kawan yang saya tanyakan  menjawab kalau mereka tidak begitu tahu tempat wisata di Kota Denpasar. Nah, kalau kalian kebetulan mengunjungi Bali dan stay di Denpasar, Jalan Gajah Mada mungkin bisa menjadi pilihan destinasi wisata kalian.

Kota Denpasar

Walau Denpasar menjadi ibu kota Provinsi Bali, kota ini tidaklah sepopuler Kuta atau Ubud. Tahun ini, Denpasar telah berusia dua ratus tiga puluh dua tahun. Sebagai kota tua, Denpasar memiliki banyak tempat-tempat bersejarah. Termasuk di antaranya: Puri Pemecutan dan Tukad Badung yang pernah menjadi saksi perang Puputan Margarana di masa lalu.

 

Di pusat kota Denpasar ini, terbujur satu jalan yang juga telah diresmikan sebagai warisan budaya: Jalan Gajah Mada. Bisa dibilang, jalan ini telah menjadi saksi bisu beberapa peristiwa dalam berbagai dekade. Pada tahun 1930-an, jalan ini telah ramai dikunjungi wisatawan. Budayawan dan seniman seperti Colin MCPhee, Walter Spies, Miguel dan Rosa Covarrubias pernah melintasi jalan ini. Demikian juga dengan tokoh politik seperti Soekarno dan Jawaharlal Nehru atau aktor seperti Charlie Caplin.

 

Jalan Gajah Mada Denpasar

Dengan begitu lamanya waktu berlalu, Jalan Gajah Mada juga telah mengalami berbagai perubahan. Dahulu, jalan ini dikenal sebagai pertokoan pecinan terpopuler. Orang-orang biasa berjalan-jalan dan berbelanja di Jalan Gajah Mada. Dua bioskop besar juga terdapat di jalan ini. Bioskop Indra dan Wisnu menjadi tempat warga menghibur diri.

 

Kini, dua bioskop itu telah beralih fungsi menjadi kompleks ruko. Meski demikian, Gajah Mada masihlah memiliki tempat-tempat legendaris yang bisa dikunjungi. Sebutlah Pasar Badung. Pasar yang telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda ini telah dipugar demikian megah dengan mempertahankan arsitektur khas Bali. Di pasar ini, kita bisa menemukan berbagai bahan makanan segar, bumbu, hingga pakaian dan beraneka wisata kuliner.

 

Pasar Kumbasari juga bisa menjadi pilihan untuk berwisata belanja. Pasar ini terletak tak jauh dari Pasar Badung. Sama seperti Pasar Badung, suasana kota tua sangat terasa di tempat ini. Toko oleh-oleh legendaris Hawaii terletak di lantai dua. Toko-toko lain yang dikelola generasi kedua masih terdapat di sini dan siap dikunjungi.

 

Tukad Korea Bali

 

 Di antara Pasar Kumbasari dan Pasar Badung terdapat juga Tukad Korea. Tukad ini adalah Tukad Badung yang telah direvitalisasi dan dipugar hingga mirip dengan sungai di Korea Selatan. Di malam hari, lampion-lampion berwarna-warni bersinar di atas sungai. Kita bisa nongkrong di tepi sungai sambil menikmati pemandangan.

 

Jejak-jejak Pecinan masih juga tertinggal di Jalan Gajah Mada ini. Restoran Hong Kong dan Restoran Atoom Baru masih bisa dikunjungi hingga saat ini. Restoran yang telah berdiri sejak tahun 1960-an ini menyajikan masakan Tiongkok dengan resep keluarga.

 

Toko Obat Santosa (dulu bernama Po’on) dan Jaya Abadi (dulu bernama Eng Sam Tong) masih berdiri menyediakan berbagai herbal Tiongkok. Kalau bingung tentang jenis herbal yang diinginkan, bisa menanyakan langsung ke penjualnya.

 

Untuk pencinta kopi, Toko Kopi Bhineka Jaya (dulu bernama Kopi Bien Ik) dapat menjadi pilihan. Toko dan kedai kopi yang sudah berdiri dari tahun 1940-an selalu ramai di pagi dan siang hari. Sayangnya, sore hari kedai ini tutup. Di hari Senin-Jumat, kedai ini buka hanya sampai pukul 15.00. Hari Sabtu, toko tutup lebih awal, pukul 14.30 dan minggu tutup.

 

Jalan Gajah Mada Denpasar

Tak jauh dari Bhineka Jaya, terdapat kedai M Aboe Thalib yang merupakan cabang dari kedai serupa di Tabanan. Kedai ini juga memiliki sejarah dari tahun 1940-an. Selain minum kopi, kedai ini menyediakan kudapan seperti telur setengah matang dan roti panggang.

 

Jalan Gajah Mada Denpasar

Jika kebetulan berkesempatan mengunjungi Kota Denpasar, jangan lewatkan melintas di Jalan Gajah Mada. Sejarah yang panjang. Tempat-tempat penuh kenangan. Kehidupan masyarakat Bali yang sebenarnya jelas terlihat di sini, tanpa tedeng aling-aling.

 

Jalan Gajah Mada Denpasar

Catatan:

Liputan dilakukan sebelum masa pandemi.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Protected by Copyscape
Protected by Copyscape