Jumat, 15 November 2019

Untamed: Persahabatan Sang Master Ilmu Sesat dengan Si Giok Partai Lurus




“Ketika seluruh dunia memujaku, engkau mengecamku. Ketika seluruh dunia memakiku, engkau malah menghiburku.”
Wei Ying.


Akhirnya, setelah berbulan-bulan istirahat, berhasil juga menamatkan Untamed. Bersyukur juga mutusin nonton ketika euforia Untamed di dunia maya sudah mereda. Masalahnya, saya belum bisa memandang yaoi/BL itu sebagai sesuatu yang indah. Jangankan indah, benar saja tidak (dalam pemahaman saya). Kalau aja nggak ada Ayriana Ren dan Natha Calista yang sering ngompor-ngomporin, agaknya saya akan masuk dalam penyesalan yang dalam *tsaah* xD

Makasih banget, lho ... provokasinya, hahaha xD

Berikut adalah sinopsis Untamed yang dilansir di Wikipedia:
 
Foto dari laman Wikipedia
Cerita dimulai dari 16 tahun setelah hilangnya sang Tetua Yiling (夷陵老祖, Yí Líng Lǎo Zǔ), Wei Wuxian, setelah penyerbuan oleh 4 sekte besar yang bersatu untuk mengalahkannya. Mo Xuanyu adalah keponakan dari pemimpin desa Mo yang dianggap gila dan dikucilkan oleh keluarganya. Karena rasa bencinya pada keluarga Mo, ia menggunakan sebuah ritual untuk memanggil Wei Wuxian untuk membalaskan dendamnya. Wei Wuxian dengan menggantikan posisi Mo Xuanyu pun memulai petualangan barunya. Satu persatu tokoh dari masa lalunya muncul kembali, termasuk Lan Wangji, sang Hanguang-Jun (含光君, Hánguāng-jūn), teman sekaligus musuhnya yang dahulu selalu menentang kultivasi iblisnya. Bersama dengan Lan Wangji, Wei Wuxian berusaha memecahkan misteri dari roh pedang yang telah membunuh banyak orang dan mengungkap dalang di balik semua itu.
Dalam perjalanannya, masa lalu Wei Wuxian yang berperan besar dalam cerita juga diungkap. Wei Wuxian muda yang ceria dan bebas bersama dengan Lan Wangji yang dingin dan selalu taat pada aturan menemukan rahasia Sekte Lan yang selama ini disimpan di goa bawah air Sekte Lan, salah satu kepingan besi Yin yang dapat mengendalikan mayat. Sementara itu, Sekte Wen yang ambisius dan kejam juga berusaha untuk mengumpulkan keempat kepingan besi tersebut.

Review:
Waktu saya pertama nonton, tone gelap langsung terasa dari awal cerita. Konflik dibangun dengan intens dan langsung memancing emosi. Banyak pertanyaan tebersit. Misteri demi misteri muncul dan kemudian cerita langsung dibanting ke masa enam belas tahun lalu.

Masuk ke masa enam belas tahun lalu ini seperti meluncur dari turunan tajam roller coaster. Mulanya, saya nggak enjoy karena beberapa saat, tempo cerita berubah sangat lambat. Munculnya video-video fanmade yang bikin adegan aneh-aneh juga turut mengganggu. Singkat kata, saya kemudian mutusin istirahat dulu nontonnya. Masalahnya, saya nggak mau memandang cerita ini dari sudut pandang “itu”.

Ketika muncul trailer Untamed 2: The Living Dead, saya baru ada mood melanjutkan nonton. Saya bersyukur juga, Untamed ini ada di WeTV. Jadi, saya aman dong dari video aneh-aneh. Otak saya juga nggak tercemar sama komen-komen tak senonoh yang konon ada di sebagian tayangan. Hahaha. Saya lanjut mulai episode 16. Sebenarnya sudah agak lupa-lupa ingat dengan ceritanya. Untungnya, sinopsis Untamed ada di grup. Jadi, nyontek-nyontek dikit. Sama seperti awal nonton, serial ini memang baiknya ditonton pelan-pelan dan dinikmati. Menghafalkan nama dan julukan para tokoh itu lumayan mumet. Belum lagi, plotnya memang seperti bawang bombai yang punya lapisan demi lapisan. Kalau kelewat satu, jadi hilang satu kenikmatan ‘menangkap basah’ satu penjahat, hahaha.



Meski kelihatan berat dan ruwet, semua plot dalam drama ini memang terurai, tidak meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab. Buat saya, ini sangat melegakan. Meski sebenarnya, menebak siapa tokoh jahatnya tidak terlalu sukar. Yang sulit adalah mengetahui bagaimana cara dia melakukan banyak tindak kejahatan itu dan membuat semua dosa kejahatan itu ditanggung oleh Wei Ying.

Hubungan antara Wei Ying dan Lan Zhan yang menjadi inti cerita Untamed ini juga memiliki porsi yang pas. Bromance yang cenderung diarahkan ke persahabatan ini terasa heartwarming. Hubungan ini juga menjadi fondasi yang kuat dan mendukung keseluruhan cerita. Oh, ya ... selain hubungan bromance Wei Ying dan Lan Zhan ini, ada juga beberapa hubungan yang menarik disimak. Salah satunya adalah hubungan Tuan Muda Jin dengan Nona Jiang ini. Benar-benar baperin, euy xD




Kostum, setting, casting, semua memuaskan buat saya. Tapi, yang paling saya suka adalah score musiknya. Semua lagu dalam Untamed ini bergaya klasik sekaligus modern. Dibawakan oleh penyanyi-penyanyi yang pas, termasuk di antaranya Xiao Zhan dan Wang Yibo yang ternyata dua-duanya member boyband. Xiao Zhan rupanya anggota XNine dan Wang Yibo anggota UNIQ. Ya, ampun, Fel ... berapa puluh tahun lu nggak siaran, ampe nggak tahu ada grup ini? (aduh, ke mana aja, sih... gue? xD).

Btw, di antara lagu-lagu Untamed itu, satu aja yang ganggu yaitu Qing Xin Yin. Musik yang dipake ngobatin orang ini punya melodi yang mirip dengan lagu lagu lawas Qi Shi Ni Bu Dong Wo De Xin. Ganggunya karena otak langsung susah nyambungin ngobatin orang pakai lagu “Sebenarnya kamu nggak ngerti isi hatiku”. Sumprit, jadi aneh banget xD
(ini bukan suudzon, cuma seriusan ngerusak imajinasi aja xD)



So far, nggak heran Untamed ini menjadi drama yang sangat populer tahun ini. Selain plot yang kuat, Untamed juga memiliki karakterisasi mendetail yang membuat penonton otomatis jatuh hati dengan karakternya. Hal-hal kecil seperti Wen Ning—Si Jenderal Hantu—yang sangat disukai anak kecil, Lan Zhan yang langsung pingsan terus mengacau waktu mabuk, sampai Wei Ying—Si Tetua Yiling yang sakti mandraguna—ternyata takut anjing, semua itu menjadikan cerita ini lebih hidup. 


Gimmick-gimmicknya juga lucu. Salah satunya kertas mantra ini.



Memang, The Untamed (Hanzi: 陈情令; Pinyin: Chén Qíng Lìng) berasal dari novel BL xianxia (Mo Dao Zu Shi) karangan Mo Xiang Tong Xiu. Namun, tidak usah khawatir untuk yang tidak suka genre ‘jeruk minum jeruk’. Sepanjang saya nonton,  tidak ada adegan aneh-aneh. Sebenarnya, saya sempat was-was waktu ada kata ‘gendong’. Untungnya, Lan Zhan nggak pake ala-ala bridal style yang nggak banget. Alih-alih ‘menggendong’, Lan Zhan ‘memapah’ Wei Ying. Aman. Aman xD



 Nah, satu tips buat kalian yang pengin nonton Untamed dengan pikiran nggak tercemari, kalian bisa nonton Untamed ini di aplikasi WeTV Indonesia. Saya nonton Untamed dengan aman terkendali. Meski saya akui, teks subtitle di WeTV ini perlu banyak perbaikan. Sebagai penulis dan editor, mata langsung gatal lihat kata-kata yang pemakaiannya tidak pada tempatnya. Satu contoh adalah Nyai—rasa Jawa—yang entah mengapa dipakai, alih-alih panggilan Nyonya yang lebih pas untuk drama bersetting Tiongkok, meski itu fantasy.

Pada akhirnya, drama ini memang pantas dinobatkan sebagai salah satu drama terbaik tahun ini. Worthed banget buat ditonton. Terutama buat yang jenuh dengan tema romantis, aliansi pernikahan, harem-hareman, dan semacamnya.

Selamat baper :)

Foto-foto: courtesy WeTV Indonesia, Wikipedia.
Terima kasih WeTV sudah menayangkan Untamed :)
Penulis:
Putu Felisia
Novelis dan blogger.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar