Kamis, 11 Juli 2019

7 Hal Penghambat Pertumbuhan Penulis


Belakangan ini banyak sekali platform dan lomba-lomba menulis yang diadakan. Tentu hal ini sangat menggembirakan. Apalagi melihat minat menulis begitu luar biasa. Ada satu grup facebook yang hingga kini ramai betul. Konon, yang posting bisa sampai ribuan. Sayangnya, meski banyak sekali perkembangan di dalam media kepenulisan, hal ini tidak serta merta menjamin kualitas penulis maupun tulisannya.
Senin, 01 Juli 2019

Siapapun Kita, Mari Terlibat Membudayakan Literasi!


Saya cukup bergembira saat tahu kalau pemerintah sekarang cukup peduli dengan literasi. Bisa dibilang, di lingkungan keluarga saya sendiri masih belum paham pentingnya kemampuan literasi. Masyarakat Bali sini (terutama di lingkungan saya) cenderung memiliki pola pikir tradisional: masa depan generasi hanyalah mengacu kepada nilai rapor dan ijazah yang dimiliki.

Padahal, sebentar lagi Indonesia harus bersiap menghadapi dampak dari bonus demografi. Buat yang belum tahu, bonus demografi adalah  besarnya penduduk usia produktif antara 15 tahun hingga 64 tahun dalam suatu negara. 

Lonjakan jumlah penduduk usia produktif tentu akan mendatangkan berbagai dampak.
Gambar dari situs berbagi pixabay.com.

Minggu, 23 Juni 2019

Menghadapi Toxic Masculinity: Ini adalah Tantangan Kita Semua


Tempo hari, saya keluar sama Nathan (cowok, 13 tahun). Kami melewati sebuah poster film bertajuk FROZEN 2. Tahu, kan, filmnya tentang apa? Itu, lho… tentang Princess Elsa dan Princess Anna. Dulu, waktu anak-anak kecil, mereka pada suka. Lagunya bagus. Gambarnya cerah. Apalagi, moral ceritanya juga bagus: tentang persaudaraan.

Di luar dugaan, bocah remaja saya itu nyeletuk dengan muka agak jijik, “Kalau Nathan nonton itu, nanti Nathan jadi cewek!”

Saya tertegun sejenak, lalu saya bertanya, “Kalau Mama nonton film mobil-mobilan atau film action, apa otomatis Mama jadi cowok?”

“Tapi nanti kalau jadi cengeng gimana? Nathan jadi bencong, dong?”

“Mana ada orang jadi (maaf) bencong gara-gara nangis doang?" jawab saya, "Nangis kebanyakan memang nggak baik. Tapi kalau nangis sesekali, wajar aja. Manusia yang nggak bisa nangis malah nggak normal, lho.”


Selasa, 28 Mei 2019

Berhenti Menjadi Agen Penyebaran Hoaks!


Jelang pengumuman rekapitulasi penghitungan suara KPU, di grup Whatsapp rekan-rekan seiman, berembus sebuah kabar: dihimbau untuk menjauhi pusat-pusat perbelanjaan atau keramaian karena ancaman teroris. Konon, himbauan ini dikeluarkan oleh POLRI, BIN, dan lain sebagainya. Herannya, meski dari lembaga resmi negara, pengetikan himbauan bisa-bisanya typo sekaligus mengabaikan kaidah EBI. Meski demikian, berita ini cukup dipercaya hingga admin grup pun sepakat kami harus menjauhi tempat ramai.

Di grup yang lain, di waktu kejadian 22 Mei, terunggah banyak foto jenazah dan video-video sadis. Tak lupa, foto dan video itu diberi narasi membangkitkan emosi. Beberapa anggota grup akhirnya keluar karena debat tak bersolusi di grup. Herannya, yang paling nyolot itu ternyata seorang yang sudah sepuh dan memiliki posisi cukup tinggi.

Ini anehnya. Dalam satu grup, orang bisa berantem dan berdebat hanya karena satu kabar. Dari kabar membangkitkan emosi dan perdebatan ini, orang-orang bisa meninggalkan grup dan buntut-buntutnya jadi saling memusuhi.
Ini baru di grup Whatsapp, belum di kehidupan bermasyarakat pada umumnya.

Rasa persaudaraan pecah karena satu kabar, sungguh menyedihkan!
Senin, 06 Mei 2019

Mendidik Anak Usia Dini, Apakah Yang Terpenting?


"The early childhood plays a very important role establishing a solid base for the child’s overall growth and development.
Therefore, we believe in a curriculum that enables children to reach their fullest potential at their own pace. We are committed to provide a developmentally appropriate program based on children’s strengths, needs and abilities that form the basis of learning."
Apple Tree Gatsu Barat, Denpasar.
Sumber: google.map.


Senin, 01 April 2019

Turn to Get A Healthy Life!


Orang sehat kaya raya.
Perkataan Gembala Senior kami ini benar adanya. Dia bercerita tentang seorang hartawan yang harus menghabiskan ratusan juta rupiah tiap berobat. Penyakit langka yang diderita membuat si hartawan tidak bisa memakai baju dan terkena AC. Di dalam rumahnya yang mewah, yang mengenakan baju bagus dan menikmati sejuknya AC justru anjing peliharaannya.

Minggu, 17 Maret 2019

Membebaskan Diri dari Self Judgement dan Self Guilty


Ketika saya mengalami depresi yang sangat parah, satu hal yang menyiksa saya adalah: penghakiman terhadap diri sendiri (self judging). Terbiasa disalahkan menumbuhkan self guilty yang sangat kuat. Saya kemudian berpikir kalau saya memang tidak layak. Akhirnya, saya berpikir kalau dunia akan lebih baik tanpa kehadiran saya. Alangkah baiknya jika saya bisa mati dan mengakhiri hidup saya yang tidak berguna.
Mengikat diri sendiri dengan self guilty dan self judgement.
Foto: Pixabay.com