Jumat, 09 Agustus 2019

Read A Loud di PKBM Mentari Fajar: Tertular Semangat Anak-anak


Senyuman anak-anak itu menyambut kami. Beberapa anak langsung berdiri lalu memberi salam dengan mencium tangan. Antusiasme mereka segera menular. Walau ini adalah pertama kalinya saya mendongeng di depan umum, perasaan saya buncah sekali.

Foto: dokumentasi PKBM Mentari Fajar
Jumat, 02 Agustus 2019

Menghadapi Kekecewaan dengan Rasa Syukur


Ada banyak alasan untuk kecewa dengan kehidupan. Keluarga yang tidak sempurna, keuangan yang pas-pasan atau bahkan kurang, percintaan yang tidak menyenangkan hati, dan lain-lain.
Karena itu, banyak orang mempertanyakan eksistensi hidup di dunia. Mengapa harus terus hidup sementara jiwa ini sudah lelah?
Saat inilah, orang mulai mengeluh dan menyalahkan segala sesuatu di sekitar. Mulai keluarga, pekerjaan, bahkan negara.

Jumat, 26 Juli 2019

Search:WWW: Cantik, Cerdas, Sukses, Tak Terikat Cinta


Salah satu hal yang paling menarik dalam serial Search: WWW ini adalah gebrakan teknologi dan berbagai pengetahuan IT yang tidak banyak terlihat di serial lain. Di samping itu, seluruh plot dan karakter-karakter saling mendukung dan menguatkan dari awal.

Search:WWW poster promosi
foto dari Wikipedia
Sabtu, 20 Juli 2019

Don't Forget Me: Bisakah Mencintai Orang Yang Akan Melupakanmu?


Hai! Udah lama kayaknya nggak ngereview drama, ya. Kali ini, saya akan mengajak readers semua untuk menonton sebuah drama yang akan menguras air mata. Meskipun sangat mengharu biru, kita nggak usah takut kalau dramanya akan lebay. Pokoknya, drama ini romantis dan sweet dengan caranya sendiri, lah.

大恋愛~僕を忘れる君と, gambar dari Asianwiki
Kamis, 11 Juli 2019

7 Hal Penghambat Pertumbuhan Penulis


Belakangan ini banyak sekali platform dan lomba-lomba menulis yang diadakan. Tentu hal ini sangat menggembirakan. Apalagi melihat minat menulis begitu luar biasa. Ada satu grup facebook yang hingga kini ramai betul. Konon, yang posting bisa sampai ribuan. Sayangnya, meski banyak sekali perkembangan di dalam media kepenulisan, hal ini tidak serta merta menjamin kualitas penulis maupun tulisannya.
Senin, 01 Juli 2019

Siapapun Kita, Mari Terlibat Membudayakan Literasi!


Saya cukup bergembira saat tahu kalau pemerintah sekarang cukup peduli dengan literasi. Bisa dibilang, di lingkungan keluarga saya sendiri masih belum paham pentingnya kemampuan literasi. Masyarakat Bali sini (terutama di lingkungan saya) cenderung memiliki pola pikir tradisional: masa depan generasi hanyalah mengacu kepada nilai rapor dan ijazah yang dimiliki.

Padahal, sebentar lagi Indonesia harus bersiap menghadapi dampak dari bonus demografi. Buat yang belum tahu, bonus demografi adalah  besarnya penduduk usia produktif antara 15 tahun hingga 64 tahun dalam suatu negara. 

Lonjakan jumlah penduduk usia produktif tentu akan mendatangkan berbagai dampak.
Gambar dari situs berbagi pixabay.com.

Minggu, 23 Juni 2019

Menghadapi Toxic Masculinity: Ini adalah Tantangan Kita Semua


Tempo hari, saya keluar sama Nathan (cowok, 13 tahun). Kami melewati sebuah poster film bertajuk FROZEN 2. Tahu, kan, filmnya tentang apa? Itu, lho… tentang Princess Elsa dan Princess Anna. Dulu, waktu anak-anak kecil, mereka pada suka. Lagunya bagus. Gambarnya cerah. Apalagi, moral ceritanya juga bagus: tentang persaudaraan.

Di luar dugaan, bocah remaja saya itu nyeletuk dengan muka agak jijik, “Kalau Nathan nonton itu, nanti Nathan jadi cewek!”

Saya tertegun sejenak, lalu saya bertanya, “Kalau Mama nonton film mobil-mobilan atau film action, apa otomatis Mama jadi cowok?”

“Tapi nanti kalau jadi cengeng gimana? Nathan jadi bencong, dong?”

“Mana ada orang jadi (maaf) bencong gara-gara nangis doang?" jawab saya, "Nangis kebanyakan memang nggak baik. Tapi kalau nangis sesekali, wajar aja. Manusia yang nggak bisa nangis malah nggak normal, lho.”