Kamis, 21 Juli 2022

Sinopsis dan Review The Blue Whisper: Antara Cinta dan Dusta

Lama banget nggak nonton drama xianxia bagus. Setelah lama berusaha menamatkan, akhirnya saya selesai juga nonton The Blue Whisper. Untuk yang masih penasaran sama endingnya yang membingungkan, baca sampai habis, ya ๐Ÿ˜‰


the blue whisper

  

 

The Blue Whisper adalah drama xianxia (kisah fantasi Tiongkok yang melibatkan makhluk immortal) sebagai pahlawan. Untuk konsep ini, The Blue Whisper sangat solid. Tidak hanya mengedepankan kisah cinta penuh tragedi hidup-mati, The Blue Whisper juga menghadirkan patriotisme para makhluk abadi/xian dalam melindungi dunia.   

 

The Blue Whisper

  Judul asli: ้ฉญ้ฒ›่ฎฐ / Yu Jiao Ji / Catatan Harian Duyung

  Genre: Xianxia, romance

  Tayang di: Youku, Croton Mega Hits, Huace Croton Indonesia

 

 

Pemain:

 

Dilireba sebagai Ji Yunhe (disuarakan oleh Qiao Shi Yu)

Ke Li Si Di Na (ๅ…‹้‡Œๆ–ฏ่’‚ๅจœ) sebagai Ji Yunhe / Ah Ji (muda) (disuarakan oleh Yu Xiao Zhou)

 

Ren Jia Lun sebagai Chang Yi (disuarakan oleh by Zhang Jie)

 

Xiao Shun Yao sebagai Lin Haoqing (disuarakan oleh by Shi Ze Kun).

        Xiao Tian Ren sebagai Lin Haoqing (muda) (disuarakan oleh by Meng Zi Yan)

Hu Yi Xuan sebagai Luo Jinsang (disuarakan oleh Liu Qing)

    Fan Zhen sebagai Xue Sanyue (disuarakan oleh He Wen Xiao)

    Ci Sha as Li Shu (disuarakan oleh Liu Si Cen)

 

Kru produksi:

    Cerita asli: Yu Jiao Ji (้ฉญ้ฒ›่ฎฐ) by Jiu Lu Fei Xiang

    Sutradara: Zhu Rui Bin

    Asisten sutradara: Gu Zhi Wei, Lan Zhi Wei

    Screenwriter: Li Jing Ling, Jiang Lai (ๆฑŸ่Žฑ), Lu Xiao Dan (ๅขๆ™“ไธน), Qian Shi (ไนพ่ฏ—)

    Produser: Yang Liu (ๆจๆŸณ)

    Executive Producer: Liu Zhi, Xie Ying, Wang Ying (็Ž‹่Žน), Li Dong (ๆŽไธœ), Liu Jia Li (ๅˆ˜ไฝณ่Ž‰)

    Presenter: Zhao Yi Fang, Fu Bin Xing, Meng Jun (ๅญŸ้’ง)

    Style Director: Chen Tong Xun

    Art Director: Shao Chang Yong

    Music Director: Sa Ding Ding

    Company: Croton Media, Youku

 

Sinopsis:

 

Bagian Satu

Judul: ไธŽๅ›ๅˆ็›ธ่ฏ† /Pertemuan Pertama Sangatlah Berkesan

Jumlah Episode: 22

 

Dikisahkan, Pangeran Duyung Chang Yi ditangkap oleh Bidadari Shunde dan dibawa ke Lembah Wanhua. Di lembah ini hidup para master spirit yang bertugas mengawasi dan menindak para spirit. Di sinilah awalnya Ji Yunhe meminta agar ikut mencoba ‘menjinakkan’ Chang Yi. Bidadari Shunde kemudian meminta agar Lembah Wanhua memenuhi tiga permintaannya: pertama, ia ingin si duyung bisa bicara, kedua, dia ingin ekor si duyung dan mutiaranya, ketiga, dia ingin duyung itu menghamba dan mengabdi padanya.

Dari sini, kita sudah bisa menebak bagaimana karakter Shunde ๐Ÿ˜

 

The Blue Whisper
Shunde penjahat sinetronnya ๐Ÿ˜



Karena Lembah Wanhua sepenuhnya dikendalikan oleh Shunde dan Guru Agungnya, mau tidak mau mereka berusaha memenuhi permintaan Shunde. Maka kisah kelabu antara Ji Yunhe dan Chang Yi pun dimulai. Berawal dari ingin menjinakkan dan melatih Chang Yi, Ji Yunhe malah jatuh hati pada kepolosan Chang Yi. Sayangnya, takdir tidak berada di pihak mereka.

 

The Blue Whisper
Sumber gambar: Youku

 

Part 2

Judul : ๆฐไผผๆ•…ไบบๅฝ’ / Kembalinya Kenalan Lama

Jumlah Episode : 20

Setelah hubungan berdasarkan kebohongan itu hancur, Chang Yi menangkap Ji Yunhe dan mengurungnya di sebuah paviliun. Saat ini, Ji Yunhe sudah amat sekarat. Chang Yi berusaha sekuat tenaga mempertahankan umur Ji Yunhe, meski Ji Yunhe sendiri sudah amat depresi dan takut Chang Yi semakin menderita karenanya.

Sementara itu, sinyal perang dari Alam Langit mulai kencang berkumandang. Chang Yi yang saat ini menjadi pimpinan para makhluk abadi berkali-kali dihadapkan pada situasi sulit. Guru Agung dan Bidadari Shunde sudah amat meresahkan jagad. Mereka semua bekerja sama dengan Raja Langit berusaha mencari cara untuk menggulingkan sang Guru Agung.

 

The Blue Whisper
Chang Yi benar-benar mencintai Ji Yunhe

 

 

Review

Setelah lama dibuat bosan dengan xianxia yang begitu-begitu saja, akhirnya muncul juga xianxia dengan konsep yang lumayan segar. World buildingnya sudah terasa solid dari awal. Adanya berbagai suku spirit, master spirit Desa Wanhua, dan para xian (ไป™) dihadirkan dengan penjelasan berimbang. Prolognya tidak bertele-tele seperti xianxia yang mengenalkan worldbuilding panjang di episode satu. Justru world buildingnya disajikan secara bertahap di season satu. Bagi yang tidak biasa menonton xianxia atau cerita fantasy, menonton 10 episode awal mungkin melelahkan. Perkenalan tokoh yang cukup banyak, adanya berbagai intrik, hingga porsi angst yang cukup banyak cukup menguras pikiran.

Buat saya sendiri, season 1 memang cukup melelahkan. Namun, saya capeknya karena tidak tega melihat kepolosan Chang Yi. Tambahan lagi, karena suara Ajie, suara Chang Yi mirip banget sama suara Bai Qi (iyalah, voice actornya sama) saya sering kedistrak antara Chang Yi dan Bai Qi.

 

Baca juga:

Sinopsis dan Review Journey of Flower: Kisah Cinta Menentang Dunia

 

Lanjut ke season 2, porsi romance dan perangnya sudah semakin intens. Maklum, fondasi cerita sudah mantap dibangun di season satu. Saran saja buat yang mengidap depresi, ada baiknya menghindari episode-episode awal. Keputusasaan Ji Yunhe dan pikiran pasif suicidenya bisa bikin ketrigger.

Semakin ke belakang, cerita berkembang semakin intens dan penuh darah. Nah, SAYANGNYA, kisah kolosal yang seharusnya bisa sempurna ini berakhir dengan ending yang ambigu (kalau tidak bisa dibilang buruk).

Saya sempat berpikir apakah memang ending kisahnya menerapkan open ending yang cenderung meminta penonton menafsirkan sendiri. Ternyata, setelah ditelusuri, ending ceritanya memang cacat. Saya mencoba membandingkannya dengan novel asli. Ending di novel aslinya adalah Lin Haoqing menggandakan meridian Ji Yunhe seperti saat dia membuat Aji, lalu sosok Ji Yunhe ini (yang mengandung spirit Shunde) dibuang ke jurang.

Kalau dilihat dari sini, ini memang tidak memungkinkan karena Lin Haoqing sendiri di drama dirasuki iblis lalu jatuh setelah ditusuk.

Chendra Laoshi kemudian menemukan potongan skenario yang konon merupakan naskah yang akhirnya tidak dipakai. Saya melihat ini dan merasa inilah bagian yang paling tepat untuk mengisi ending yang cacat itu.

 

 


 

Draft II Skenario drama 40 seri Yujiao Ju (Catatan Harian Duyung)

Duyung itu menghela napas seraya melihat lukisan dari si gadis.

CY (VO): Sementara menunggu si gadis kembali, pangeran duyung mulai belajar memasak, dia larut dalam kesibukan mengukus, menggoreng, dan merebus. Duyung itu memegang bahan-bahan, tersenyum di antara kukusan, wajan tumis, dan wajan penggorengan.

CY (VO): Jika dia bisa membuat gadis itu bahagia, dia bahkan akan rela menjadi sepotong daging di mulutnya lalu terjatuh dengan mantap ke perutnya, dengan demikian mereka takkan berpisah lagi. Duyung itu duduk di panci rebusan besar, dengan hati-hati dan seksama dia menggosok tubuhnya dengan penggosok sabun. Duyung itu melemparkan kail lurus tanpa umpan di tepi tebing pantai.

CY (VO): Si duyung memancing hari demi hari tapi tidak pernah menangkap apapun. Meski demikian, duyung itu tidak pernah putus asa. Layaknya tahun-tahun yang menanti, dia tak pernah ragu kalau si gadis akan menepati janji mereka berdua. Orang-orang minum-minum, menyipitkan mata memandang mentari bundar di lautan seraya menyenandungkan balada sang duyung dengan lembut.

CY (VO): Tiba-tiba, pancing terbenam, seekor duyung terpancing, dan gadis itu melompat dari laut, melayang-layang di udara, menyilaukan seperti matahari. Si gadis menoleh dan memberikan senyuman menawan bagi duyung itu. Pangeran duyung terpana dan tidak bisa percaya pada apa yang dilihatnya. Si gadis terbang melesat ke arah pangeran duyung, dan pengeran itu pun menangkap si gadis dengan mantap.

CY (VO): Angin berembus dari laut, seperti sahabat lama yang datang kembali. Di pesisir pantai samudera timur, Chang Yi dan Yunhe duduk di tepi tebing, di atas beribu-ribu ombak.

CY (VO): Bagaimana kau bisa memiliki ekor ikan juga?

Ji Yunhe: Permata duyungmu telah melindungiku di tanah. Selama tiga ratus tahun, kekuatan spiritual dan fisikku telah berubah. Dengan anehnya ekor rubah menjadi ekor ikan. Lalu kau sendiri, setelah kau pulih, pernahkah kau berubah kembali menjadi berekor ikan?

Chang Yi: Aku belum pernah mencobanya. Aku ingin menunggumu kembali, agar kau menjadi orang pertama yang melihatnya.

Ji Yunhe: Bukankah sekarang saat yang baik? Ikan Ekor Besar, kembali berekor, apakah kau bersedia melepas celanamu?

Chang Yi tersipu dan malu untuk berpaling memandang Ji Yunhe, Ji Yunhe tersenyum puas. Dia melihat ke laut dan menghidu angin laut dengan nyamannya.

 

Ji Yunhe: Dulu aku bertanya-tanya bagaimana kamu bisa begitu polos, tapi sekarang aku mengerti bahwa itu karena laut ini.  Melihat laut ini, aku merasa bahwa segala sesuatu yang lain begitu tidak berarti, seolah-olah semua pasang surut di masa lalu tidak relevan lagi. Lautan luas, langit terbentang. Akhirnya, kita bebas.

Keduanya saling tersenyum di pantai dan saling mengepalkan tangan. 

Ji Yunhe: Ayo, mari kita coba ekornya bersama-sama. Kali ini, mari kita lihat siapa di antara kita yang bisa berenang lebih cepat!

Dua orang melompat ke udara dan berubah menjadi dua ekor ikan berwarna-warni, tercermin dalam siluet matahari.

 

The Blue Whisper
Jadi ambigu karena ada adegan yang hilang

 

Overall, ada banyak hal yang saya sukai dan tidak sukai dari drama ini. Yang paling saya suka tentu konsep dan romancenya yang bold dan solid. Beberapa adegan juga merupakan perbaikan dari drama xianxia pada umumnya. Misalnya Raja Langit yang biasanya kakek/bapak-bapak tukang suruh-suruh dan hukum sekarang dibuat sebagai pemuda yang  ikut berperang. 

 

The Blue Whisper

 

 

Ji Yunhe juga mendapat jatah menyamar jadi lelaki. Namun, adegan ini diperkuat dengan mantra sihir ilusi. Jadi, penonton tidak 'dipaksa' menerima fakta MC yang nggak ada tampang laki bisa nyamar jadi laki. 


The Blue Whisper



Saya juga mengapresiasi detail-detail kecil seperti lampion bentuk gurita dan bintang laut, sulaman berbentuk sisik ikan, dan tusuk rambut Chang Yi yang mirip ekor ikan mas.

 

the blue whisper
Lampion di pernikahan Chang Yi

 

the blue whisper
Asap pun bentuknya ikan

 

Yang saya tidak suka selain ending kedodoran itu adalah porsi hidup-mati yang overdosis. Sepertinya sutradara/penulis skenario suka sekali membuat adegan mati terus hidup lagi, mentang-mentang ini xianxia. Padahal, dalam perang, beberapa orang gugur itu biasa. Jika saja Lin Haoqing diceritakan betul-betul mati, pengorbanannya akan terasa lebih heroik. Demikian juga kalau Luo Jinsang dibuat luka parah saja, tak usahlah membuat adegan seolah dia mati. Seandainya Kong Ming berperang seraya membawa Luoluo-nya, saya rasa itu akan lebih gagah berani. Ya, kan?

 

Kisah Xianxia yang lebih ceria:

Love and Destiny: Ketika Dewa Kompakan Ngebucin

 

Yang pasti, buat penggemar drama xianxia, The Blue Whisper ini wajib banget ditonton. Tapi, buat yang nggak tahan sama angst dan cinta berujian hidup-mati, sebaiknya cari drama lain saja.

 

the blue whisper

 

 

 

Penilaian akhir:

 

The Blue Whisper

 

 

Konsep cerita dan worldbuilding: 10/10

Plot: 6/10

Karakterisasi: 9/10

Dialog: 8/10

Romance: 9/10

Casting: 9/10

Kostum: 8/10

Sinematografi: 10/10

Musik: 10/10

Ending: 5/10

34 komentar:

  1. Menurutku sejak Love and Destiny, belum ada xianxia yang memberikan cerita dengan konflik yang ok dan sanggup satu persatu menyelesaikan konfliknya. Aku cukup takjub dengan teori meridian ganda itu. Banyak xianxia dengan konflik di awal kerennn dan membuat karakternya harus hidup mati untuk survive, tapi sayang mereka terjebak sendiri dan akhirnya bikin ending yang memaksa hepi. Kalau Blue Whisper ini biarpun endingnya banyak yang nggak ngerti maksudnya, tapi jelas hepi. Untung saja nemu skenarionya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, masalah umum xianxia adalah cerita yang kurang efektif dan ending yang terkesan terburu-buru.

      Hapus
  2. cerita fantasi memang seru ya, Mbak. karena memang melibatkan makhluk-makhluk juga. terus settingnya seru-seru. Hanya kalau ternyata sudah seru-seru alurnya, lalu endingnya 'cacat', ya penonton pasti sedikit kecewa juga ya, Mbak.
    Jadi selanjutnya, ending jangan menggantung. Mending dituntaskan saja. jadi ceritanya semakin sempurna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, iya, setuju banget. Padahal dari awal sudah bagus, eh endingnya wagu.

      Hapus
  3. Saya termasuk penyuka cerita fantasi, secara kalau nonton drama, trus kehidupan nyata dikisahkan ala2 fantasi kepalanya langsung menolak, mana ada kehidupan nyata kayak gitu, hehehe. Tapi kalau udah dilabel drama fantasi, asyik2 aja nontonnya. Malah salut, kok imajinasi penulisnya bisa seperti itu.
    Saya belum nonton Xianxia Blue Whisper, jadi penasaran walau endingnya agak2 kurang memuaskan.

    BalasHapus
  4. Wah kak Putu suka nonton cerita fantasi ya, kalau saya kurang begitu suka. Saya sukanya cerita kriminal, thriller, psikopat gitu hihihi.... Liat cerita fantasi gini tokohnya cantik-cantik seperti bidadari ya.

    BalasHapus
  5. Ternyata selain drakor, alur kisah dracin juga sama bagusnya ya. Apalagi wajah artis dua negara ini sama-sama oriental. Jadinya mirip

    BalasHapus
  6. Bukan penggila atau penggemar cerita fantasi. Boleh juga sih ini. Terima kasih infonya, Mbak

    BalasHapus
  7. cerita fantasi emang membuat pikiran dan pemahaman kita dibawa kesana kemari oleh penulis skenario dan sutradara. Menarik juga kalau memang suka dengan film klasik seperti ini. Kalau saya sudah pasti suka dengan adibusananya yang beneran halus dan megah

    BalasHapus
  8. Bukan penggemar film satu rumah tapi asik sih dihari minggu santai ini bisa membaca riview sebuah drama atau film.

    Endingnya bagaimana diulas ya kak.. (gusti yeni)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu udah ada diulas alternate endingnya kan. Ending dramanya membingungkan.

      Hapus
  9. Nggak asing dengan nama ren Jia lun. Aku udah lama banget nggak nonton drama dengan genre seperti ini. Kayaknya kalau telat satu episode bakalan susah dicerna ya mba

    BalasHapus
  10. Yee.. ada pecinta DraChin juga nih. Tapi terakhir aku nonton kayaknya setengah tahun yang lalu. Yang Love at Night dan Pedang di Atas Salju.

    Kalau kisah fantasi Blue Wispher belum nonton nij. Baru menamatkan The Journey of Flower sampai mata sembab waktu itu wkwkwkw

    BalasHapus
  11. Wah, suka nonton drama cina ya mbak
    Menarik ini ceritanya
    Makhluk immortal emang sering diangkat sebagai cerita drama ya mbak
    Karena emang menarik kisahnya

    BalasHapus
  12. Feeeel....aku nangis lihat kamu kasih (foto) bocoran ceritanya. Huhu... Itu bacanya apaaa?

    Btw, aku lebih suka wuxia sih, daripada xianxia.

    BalasHapus
  13. ini drama China yang romantis ya? hmm jadi ingat kisah Yoko :D drama China cuma itu yang masih diingat saking jarangnya nonton drachin hehehh, episodenya banyak banget ya udah kayak sinetron Ikan terbang aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, jauh sekali kalo dibilang seperti sinetron ikan terbang yg bisa 5 season. Ini 2 season, total 42 sudah tamat. Termasuk pendek dibanding drama fantasi sebelumnya yg biasanya rata2 60 eps.

      Hapus
  14. Gagal fokus sama ornamen-ornamen lampion mirip gurita, dan asap berbentuk ikan. Imajinatif sekali, tanpa disebutkan kita bisa tebak itu hewan apa.

    BalasHapus
  15. Belum nonton aku, episodenya terlalu panjang. Aku terakhir nonton itu The Eternal Love S1, 2, dan 3 dan berasa capek. Tapi seru sih...

    BalasHapus
  16. Aku belum pernah nonton dracin sih mbak, cuma beberapa kali baca reviewnya banyak yg bagus2 juga ya. Btw aku salfok sama detail2 nya, kayak asap bentuk ikan sama bentuk lampionnya

    BalasHapus
  17. Wah kayaknya seru ya. Saya bukan penggemar drama China. Tapi setelah membaca review di sini, jadi pengen ikut nonton, nih. Hahaha.

    BalasHapus
  18. Wah, naskah aslinya bisa bocor idi Weibo gitu yaa...
    Hebat banget intelnya nih..
    Jadi endingnya menyesuaikan mungkin yaa.. Melihat animo penonton lebih mengharapkan ending yang open ending ketimbang beneran dijelaskan sesuai dengan penjelasan novel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan bocor sih, yang saya baca justru kru drama Blue Whisper ini, sengaja mempostingnya di Weibo setelah membaca animo penonton yang ga ngerti endingnya. Justru karena animo penonton Tiongkok banyak yang menghendaki 100 % happy ending, jadi mereka suka memberikan teaser, hints di Weibo. Ren Jialun dan Dilraba juga memberikan pernyataan bahwa drama ini happy ending di Weibo mereka masing-masing.

      Hapus
    2. Bukan intel, sih, Mbak. Memang kru yang membocorkan ceritanya di Weibo karena fans banyak yang kecewa.

      Hapus
  19. dulu jaman cuma ada tv doang suka banget nontonin sinetron dan film tiongkok, sekarang mana pernah wkwk

    BalasHapus
  20. Agak kesel ya emang kalau nonton drama lama, eh endingnya ga seperti yang kita harapkan. Tapi aku pernah nonton dracin endingnya ada dua macam, ceritanya pasangan gitu. Yang satu endingnya berpisah dan satu lagi bersatu. Penontonnya hepi kalo gini hehehe

    BalasHapus
  21. Sampai hari ini saya belum merasakan nikmatnya nonton drama Tiongkok, mungkin karena belum dibiasakan saja kali ya padahal kalau dilihat dari review drama2nya kayak ini, nggak kalah juga dengan drama dari negeri Gingseng

    BalasHapus
  22. Ga pernah nonton drama china gini haha tapi seru yaa pas bacanya

    BalasHapus
  23. Aku si ga pernah nonton drama china, tapi baca review mbak kok jadi pengen nyoba nonton

    BalasHapus
  24. Drama fantasy itu never failed yaa... bikin penonton baper.
    Walaupun kudu siap dengan ending yang diluar dugaan karena pasti variabelnya bisa meluas sesuai imajinasi writer-nim.

    BalasHapus
  25. Jujur belum pernah nonton sampai habis ttg drama cina mbak, mungkin isa jd salah satu dracin pertama yg kutonton..

    BalasHapus
  26. Wow! Keknya seru banget ya ceritanya. Jadi pengen nonton juga deh kk

    BalasHapus
  27. Aku suka sama cerita fantasi cuma harus siap sama endingnya kalo2 dapet yang sad... kaya yg sebelum nya dan jdi belum mau nonton lgi karna masih baper banget di kasih ending yg setengah bahagia ๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“

    BalasHapus

Protected by Copyscape
Protected by Copyscape