Rabu, 29 Juni 2016

Sinopsis dan Review Drama China Journey of A Flower: Perjuangan Cinta Melawan Dunia

Sebelum nonton Journey of Flower 2, ada baiknya menonton Journey of Flower 1. Berikut sinopsis dan reviewnya.


Journey of Flower

 

Sinopsis:

Hua Qiangu (Zhao Liying) adalah anak yatim piatu  lahir dengan aroma aneh yang menarik setan, dan karena itu dibenci dan ditakuti oleh semua penduduk desa. Ketika dia menghadapi bahaya, dia diselamatkan oleh seorang pria bernama Mo Bing, yang sebenarnya adalah Bai Zihua yang menyamar. Bai Zihua (Wallace Huo) adalah makhluk abadi yang baik hati yang ingin melindungi semua makhluk duniawi. Satu-satunya cobaan kesengsaraan dalam hidupnya sebenarnya adalah Hua Qiangu. Namun, setelah menyaksikan kebaikan hatinya dan meramalkan masa depan tragisnya, Bai Zihua menyelamatkan Hua Qiangu.

Hua Qiangu kemudian pergi ke Gunung Chang Liu untuk mencari Bai Zihua. Dengan bantuan Bai Zihua, dia melewati berbagai ujian hingga menjadi murid tunggal Bai Zihua. Seiring waktu berlalu, Hua Qiangu jatuh cinta pada gurunya. 

Hua Qiangu ternyata  dilahirkan sebagai keturunan NΓΌ Wa dan memiliki akses ke kekuatan dewa. Ketika Bai Zihua jatuh ke dalam bahaya, dia memulai perjalanan untuk mengambil sepuluh artefak kuno. Hal ini menyebabkan Dewa Iblis dihidupkan kembali. Dewa Iblis mentransfer semua kekuatannya ke tubuh Hua Qiangu. Ini menyebabkan semua perguruan memburu Hua Qiangu. 

Bai Zihua yang memiliki tanggung jawab atas dunia terjepit dalam posisi sangat sulit. Sayangnya, walau dia diam-diam melindungi Hua Qiangu, perlindungannya malah mencelakai sang murid. Pada akhirnya, Bai Zihua juga lebih memilih tidak mempercayai Hua Qiangu dan membunuh murid kesayangannya itu.

 

Review:

Drama China ini mungkin lemah di sisi kisah konflik dunia persilatan, mengingat genrenya adalah xianxia/xuanhuan. Pertentangan antar perguruan terkesan hanya ditempel. Sementara perkelahiannya pun hanya mengandalkan kawat sling, kipas angin, dan teknik CGI. Tidak dipungkiri, serial-serial costume drama sekarang dipengaruhi trend hedonis, di mana semua karakternya terkesan sempurna. Kostum mewah yang susah kotor meski dalam peperangan. Rambut yang anti acak-acakan, dan lain sebagainya. Para pemain pun jarang beradegan action secara normal, misalnya saling memukul, berantem guling-gulingan, adu pedang. Saking ogah kotor dan terluka, bahkan jatuh pun harus elegan… apakah ini juga karena di China juga ada trend sensor blur-bluran itu? Entahlah. Pokoknya bagi saya, adegan-adegan laganya kurang alami.

Tapi bukankah kelebihan di bidang lain bisa membuat kita memaafkan semua kekurangan dari sebuah karya? Benar sekali. Mengingat serial ini dibuat berdasarkan novel karangan Fresh Guo Guo (kayaknya cewek, mengingat banyak sentuhan feminin, misal monster aja ada bunga di kepalanya).

Maka sudah dapat dipastikan kalau cerita ini bikin baper akut. Yang saya kagum dari Miss Guo Guo ini, kok bisa, ya… dia bikin kisah cinta tanpa pernyataan cinta? Kok bisa dia bikin feel romantis tanpa adegan mesra yang dieksplor habis-habisan? Nah, romantisnya serial ini didukung juga dengan teknik kamera, musik soundtrack, lagu-lagu melankolis yang menghanyutkan perasaan. Saya sendiri paling favorit dengan lagu “Bu Ke Shuo (Tak Bisa Terkatakan) yang dibawakan oleh dua artis utamanya. Wallace Huo dan Zanilla Zhao.

Saya memberi dua  jempol untuk castingnya yang cocok. Akting Wallace Huo luar biasa menawan untuk ukuran Bai Zi Hua yang hanya tahu, “Benar itu benar. Salah itu salah.” Pandangan matanya bicara banyak saat dia mengatakan “Guru yang salah. Guru yang salah.” (dan saya pun pengin punya guru begetooo LOL). Dari sinilah akhirnya terlihat kalau Seorang Bai Zi Hua memang hanya tahu ‘benar’ dan ‘salah’, bukan ‘cinta’ atau ‘benci’.


Zanilla sendiri terlihat pas memerankan Hua Qian Gu beserta segala metamorfosisnya. Chemistry diantara Zi Hua dan Qian Gu berhasil membuat saya termehek-mehek. Walau sekali lagi, kalau mencari adegan mainstream seperti ucapan mesra atau pelukan-pelukan ala kekasih, akan susah nyarinya. Bahkan dialog sekadar, “Aku sayang guru,” atau “Aku sayang kamu, Xiao Gu,” pun nggak ada.

 Selain dua pemeran utama, karakter favorit saya di sini adalah Sha Qian Mo yang diperankan oleh Ma Ke. Ketua Fraksi Tujuh Pembunuh ini sangat ‘cantik’ sekaligus ‘tampan’. Ma Ke membawakan karakter Sha Qian Mo dengan sangat anggun. Sementara dari karakternya sendiri sudah punya kekuatan untuk mengecoh penonton. Seperti di serial wuxia lain, ketua partai sesat selalu punya hati yang aslinya baik. Dan saya suka banget hubungan kasih antara Sha Qian Mo dengan Hua Qian Gu.

 

Journey of Flower




Ending Journey of Flower menurut saya cukup memuaskan. Meski ada bagian-bagian yang nggak perlu, apalagi adegan yang diselipkan untuk peluang sekuel, endingnya cukup seimbang antara sedih dan senang. Apalagi untuk penonton abad 21 yang ogah nonton sad ending. Saya sendiri suka bagian kutukan yang terlihat sangat ambigu bagi masing-masing penonton. Adegan terakhir merupakan fans service spesial. Berhubung sekali lagi, ending favorit kan kudu happy dan romantis.


At last, Journey of Flower adalah drama china yang cenderung romantis dan lumayan mengobati kekangenan akan costume drama zaman dulu. Satu hal yang saya pelajari dari serial ini adalah bahwa tidak ada benar atau salah dalam cinta.

Quotes Favorit (hati-hati spoiler):

“Orang yang mencintaiku, mati karenaku. Orang yang kucintai ingin aku mati. Orang yang kupercaya, mengkhianatiku. Orang tempatku bergantung, menyiksaku sedemikian rupa. Aku tak pernah menginginkan apapun selain sebuah hidup sederhana. Tapi langit selalu memaksaku! Seperti kau yang selalu memaksaku! Apakah kau masih berpikir kalau sekarang aku bisa berbalik lagi?”
Hua Qian Gu

 

Journey of Flower

 


 
“Mengapa kau bisa begitu kejam? Kau memaksaku membunuhmu dengan tanganku sendiri, lalu membiarkanmu meninggalkanku sendirian?  Apa yang kau inginkan, kau tinggal mengatakan. Tak peduli benar atau salah, semua akan kuberikan. Akan kuberikan cinta. Akan kuberikan diriku seutuhnya. Apakah kehancuran akibat pusaka dewa berarti buat kita? Apakah mereka—orang-orang yang masih hidup ataupun sudah mati, punya alasan berarti untuk melakukan sesuatu pada kita? Aku akan membawamu pergi, kita bisa pergi kemanapun, kau bisa melakukan apapun yang kau suka.
Namun jangan tinggalkan aku…”
Bai Zi Hua.


Journey of Flower



“Gu Tou, jangan mati. Meski di seluruh dunia ini tidak ada seorang pun yang mencintaimu, kau tetap harus mencintai dirimu sendiri.”
Dong Fang Yu Qing

 


 


Journey of Flower-finished 29 Juni 2016
Journey of Flower








27 komentar:

  1. baru mulai nonton drama ini,,, dan saya benar2 jatuh cinta dengan chemistry antara wallace huo and zanilia zhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di akhir mreka akhirnya hidup bersama ya..trus apa jd suami istri..critanya nggantung

      Hapus
  2. Jd intinya si master bai ama qian gu happy ending kan?? Beneran kan??

    BalasHapus
  3. kubaru melihat nih drama dan sukses bikin nangis malem"
    pengen liat yang season 2 tapi kok ndak ketemu ya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan nonton yg kedua...ngga bagus menurut aku...Bai Zhi hua sama Hua Qian gu nya ngga ada...Hua Qian gu ada..tapi beda orang...kalo ngga salah cuma 30 episode...

      Hapus
    2. Di aplikasi apa nontonnya?

      Hapus
  4. Info Donk...ad yang tau bisa beli novelnya dimana ngga?...via online juga bole...terimakasih

    BalasHapus
  5. Comic'a juga ada . Baca di mangatoon .

    BalasHapus
  6. Film'a memang menyentuh , tanpa adegan yg keg drama2 lain tapi alur critanya cukup mengguncang
    Dan membawa kita seolah2 masuk dlm crita itu . Aku suka ama ini film'a . Awal dri comic ampe film aku suka

    BalasHapus
  7. Drama yg bagus. Pelajaran yg bisa diambil adalah sifat Hua Qian Gu yg tdk pernah membenci, tidak pernah menyalahkan oranglain, selalu memberi kesempatan, selalu berbuat baik, tulus, pantang menyerah, indah sekali hati dan jiwanya.

    Adegan2nya bagus, tetap sopan tp tetap terasa romantisnya. Kata2 yg di pilih juga tetap terasa g terlalu intim tp terasa tujuan dan maksudnya. Endingnya g bikin kecewa dan g gantung kayak kebanyakan seria drama2 yg lain. Puas...

    BalasHapus
  8. Q baper....jd pengen liat filmnya.selama ini baca komiknya aja udah bikin mewek...😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komiknya apa judulnya?
      Apakah versi bahasa Indonesianya ada? Belinya dimana ?

      Hapus
  9. Nangis dong nntn ini😭😭 parahh, Wallace Huo ganteng bgt emang jdi pen punya guru kek ituπŸ˜‚

    BalasHapus
  10. Suka klo happy end, g kayak the princess agent, gantung... kutunggu season 2 ny g nongol2...
    Btw, drama Zhao Liying ama suaminy Fang Shaofeng jg bgs, The Story of Ming Lan.

    BalasHapus
  11. Gw kok seneng sama karakter Sha Jiejie (Sha Qian Mo ) 😁

    BalasHapus
  12. Saya baru selesai nonton 50 episode The Journey Of Flower. Terhanyut di episode2 terakhir. Dan bikin greget sama Zi Hua. Kenapa sih ga bilang aja kalau dia suka sama Qian Gu? Kan bikin kesel. Tapi endingny cukup memuaskan krn akhirnya mereka bersama walau kondisinya Qian Gu dg sengaja dihilangkan bbrp ingatannya. Karena yang diinginkannya terus berada disisi Zi Hua.

    BalasHapus
  13. Sangat suka film ini mata zi Hua yg pnuh dgn isyarat ohh baper banget

    BalasHapus
  14. Seneng banget liat nya,bikin baper pokoknya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

    BalasHapus
  15. Aku ntn drama ini banjir deh mataku

    BalasHapus
  16. the journey of flower seasion 2 ga greaget(nyesel nontonnya ga sebagus yg 1)...greget yg 1...

    BalasHapus
  17. Kalo berbicara tentang mslh sensor, China lbh hebat dlm sensor. Tapi sensoran mrk lebih enak diliat drpd film Indonesia. Sensoran mrk lbh halus. Jadi pinter2 sutradaranya lah gimana spy drama atau film itu bisa tayang & dpt penghargaan.

    BalasHapus
  18. Film, yang benar² membuat baper habis, sampai² 3 kali nonton ...
    ekting yg super sangat.
    karakter Bai zihua bikin jatuh bingits , walau menjengkelkan sikap keras kepala nya.😍, kasih sayang Kaka sha bikin aku iri 😍, pokoknya oke banget deh, menguras air mata juga lumayan 😁

    BalasHapus

Protected by Copyscape
Protected by Copyscape