Jumat, 02 Oktober 2020

Mr. Love: Otome Game Kok Gini???

 Punya tetangga yang bisa tembus tembok.

Mantan teman SMA bisa terbang dan ngintip dari luar jendela apartemen.

Idola kekanak-kanakan menyimpan kepribadian mengerikan di balik senyum manisnya.

Bos ganteng tahu-tahu bisa memanipulasi ruang waktu.

Otome game emang gini ya?  

Kok serem?

 

Yuhuuu! Balik lagi dengan review, nih. Kalau sebelumnya, saya menemukan webtoon yang oke banget ... 

 

Kalian bisa baca ulasannya di sini:

 

Komik Perempuanmu: Inspirasi Perempuan untuk Bangkit! 

 

Kali ini, saya tenggelam dalam sebuah game yang menjungkirbalikkan perasaan #eaa 😂

 

Eh, tapi, beneran, dink. Game yang dirilis oleh Elex Paper Games ini mengusung tema yang nggak biasa. Dalam satu game, kalian bisa menemukan plot fantasy thriller yang digabung dengan fiksi ilmiah. Sebagai sentuhan akhir, ada warna cerita wuxia/xianxia/xuanhuan yang membuat saya tercengang-cengang.

 

Tanpa berpanjang lebar lagi, berikut adalah reviewnya. Sebenarnya, ada banyak hal yang ingin saya omelkan sampaikan. Maklum, mainnya nggak gampang dan memakan waktu juga. Belum lagi, tersiksa oleh rasa penasaran 😓


Soal pengenalan dan teknik bermain, saya kurang jago menjelaskan, lah, ya. Lebih baik, kalian menonton tutorial di youtube. Salah satunya ada di saluran Felis Linanda berikut ini:

 

Buat yang linknya tidak terbuka, bisa akses di sini.

Sip, soal teknis bisa langsung lihat di video atas, ya 😍

Saya sendiri, sebagai penikmat yang aslinya author, sepertinya saya lebih cocok mengomentari dari segi plotting dan karakterisasi saja. So, ulasan kali ini fokus di sana dulu. Kalau masih penasaran, kalian bisa tanya-tanya di komentar. Saya akan jawab semampunya 🙏

 

Sekilas tentang Mr. Love


 

Buat yang linknya tidak terbuka, bisa akses di sini.

 


Game 恋与制作人 (pinyin: Liàn yǔ zhìzuò rén/Love and Producer) ini merupakan game fantasi bersetting sebuah daerah fiksi: Loveland City. Di kota yang arsitektur dan budayanya merupakan penggabungan antara budaya Tiongkok-Barat-Jepang ini, hiduplah seorang gadis (selanjutnya kita sebut MC saja, jangan Sis Putu atau Sara hahaha. Ini mah nama saya di sana). 


Nama saya di Dreamdate

 

Gadis ini—MC—merupakan produser acara berjudul Miracle Finder. Acara ini menguak fenomena aneh seperti dunia lain (saya jadi teringat X-Files). Di awal cerita, perusahaan MC sudah di ambang kebangkrutan. Di sinilah, dia terpaksa meminta bantuan kepada perusahaan finansial LFG. Dalam perjalanannya menyelamatkan perusahaan, dia bertemu 4 lelaki berkekuatan super evol yang menyeretnya dalam sebuah permainan ganas organisasi Black Swan.

 

Karakter

Dalam game ini, ada karakter-karakter penting yang berperan. Pemain game ditempatkan sebagai MC. Karakter-karakter lain semuanya berfokus pada MC ini.

 

MC

Main character perempuan dalam kisah ini merupakan gadis yang bloon polosnya kebangetan. Dari segi fisik, dia cantik dan berpakaian modis. Gesturnya canggung, fragile, ceroboh, sampai-sampai Victor pernah bilang kalau MC jalan di jalan datar pun bisa jatuh. Kekeras kepalaan MC juga daebak sekali. Kadang-kadang, saya kebingungan sebab karakter dia antara Mary Sue dan damsel in distress. Cintanya membabi buta, rasa heroiknya kebablasan.

 

Sungguh, karakter yang sangat menyebalkan 😩😩😩

Sayangnya, mungkin karakter seperti ini yang paling cocok ditempatkan dengan karakter-karakter overpower yang bikin saya merinding sendiri.

 

Victor


CEO LFG nan ganteng ini memiliki banyak nyonya bucin. Tapi, bukan ini yang saya bahas. Karakter Victor mungkin yang paling stabil dari awal hingga babak Infinite Future. Saking stabilnya, kadang saya merasa karakternya flat *maaf, Vic* Beberapa adegan yang seharusnya memancing emosi, di mata saya hanya jadi sekadar, “Ah, kasihan.”. Udah. Gitu aja. Satu hal, kekasaran ucapannya itu membuat saya ilfeel. Walau banyak bucin tergila-gila dipanggil ‘Dummy’ saya memilih panggilan yang lain selain dummy dan silly girl.

So far, kalau disuruh memilih, Victor mungkin adalah orang yang tepat sebagai partner. Kayak kata dia, “I don’t love it, but I don’t hate it either.”

Yea, paling nggak dia tampan dan kaya. Hahaha.

 

Lucien


Profesor genius tetangga sebelah ini punya cara yang aneh dalam melaksanakan segala motifnya. Ok, ada banyak alasan untuk menjustifikasi semua kelakuan dia. Tapi, buat saya, Lucien ini seperti dasar laut yang nggak kelihatan. Serem. Bill Rogers mengisi suara Lucien dengan amazing sekali. Kadang, saya benaran merinding dengar suara dia.

Somehow, temptation dan seduction seorang Lucien memang luar biasa. Di luar profesi, otoritas, dan segala hal yang membuatnya menakutkan, dia pria yang berlaku lembut seperti raja setan pangeran berkuda putih nan gagah.

Saya masih belum bisa menebak arah manusia ini hendak ke mana. Namun, dengan yakin, saya akan bilang “NAH! I don’t want this guy to guide me, teach me, hide me, or something.”.

No. Just NO 😖😖😖

 

Kiro


Idola yang manis, childish, lucu, dan suka nge-prank ini sudah bikin saya nangis dua kali. Di antara cowok-cowok Loveland, dia mungkin salah satu yang perubahannya paling ekstrem. Perubahan Kiro membuat saya kaget, sedih, sekaligus broken heart. Apalagi, dia sempat bilang kalau dia ingin saya MC melihat hanya bagian terbaik dirinya.

 

Bagian with Kiro yang paling berkesan buat saya adalah di Stardust Date dan Clinic Date. Di dua “kencan” (well, harfiahnya ini bukan kencan romantis) itu, Kiro terlihat dewasa dalam semalam. Mendadak saya bimbang. Sebelumnya, saya menganggap Kiro sebagai sahabat. Tapi ....

 


 

 

Somehow, saya masih ingin memiliki sahabat yang senyumnya cerah bak matahari itu. 

Kiro, stay safe, please 😭😭😭

 

Gavin


 

Mantan teman SMA sekaligus secret admirer zaman SMA ini mungkin orang paling bermasalah dengan keluarganya. Saya merasakan satu bond dengan Gavin saat tahu masa kecil dan rahasia-rahasia gelap keluarganya. Beberapa hal dalam diri Gavin membuat saya tersentuh dan terharu. Saya juga nangis dua kali gara-gara cowok ini.

Saya suka dua sisi dirinya yang dingin-judes, manis-blushing ear to ear itu. Oh. Benar-benar manis menurut saya. Saya juga memfavoritkan quotes, “Don’t force yourself” darinya dan sering langsung menggumam, “Oh, Gavin!” 

Dia adalah orang yang benar-benar bisa mengerti kalau dipaksa melakukan sesuatu itu nggak enak dan punya power itu nggak enak juga.

Gavin mungkin seorang guardian yang mendatangkan rasa aman. Sayangnya, Gavin masih bergumul dengan masalahnya sendiri. Kadang, saya berharap, Gavin bisa mengatasi semua masalahnya lalu bersama dengan MC pergi ke ujung dunia tanpa terbeban masalah dunia (lha, kayak ending wuxia aja 😂😂😂)

For this time, let me be your best friend, ok?


 *maaf, Gavin 😂😂😂*

 

Shaw


Errrrgh ... benernya malas bahas bocah ungu ini. Lelaki kelima yang hadir secara dadakan ini benar-benar karakter yang menambah pusing. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Sudah puyeng kena 4 cowok nggak jelas di atas, ketambahan satu bocah pula. Hadeeeh.

Saya benci mengatakan kalau plot twist Shaw adalah yang paling bikin saya syok. Saya udah nyangka kalau Shaw nggak simpel. Dari otoritas, kelakuan, sampai kekuatan, dia sudah menyiratkan kalau dia bukan orang yang bisa diajak main-main. Sayangnya, sikap dia yang –sedikit banyak—mirip dengan seseorang *ahem* bikin lengah. Dan memang perkataan Gavin itu tepat.

“Orang-orang selalu menurunkan kewaspadaan di sekitar orang yang akrab dengan mereka, dan di sanalah terkadang bahaya menyerang."

 Gavin - Starry Date

 

 

Shaw beneran kurang ajar! 😡😡😡

 

But somehow, this story continues ... saya belum bisa bilang yes or no. Yang jelas, kini makin hati-hati sama bocah ini.

 


So, kira-kira begitulah kesan saya memainkan Mr. Love dari awal hingga part Infinite Future. Buat yang belum main, di awal memang kesannya cerita ini random sampai chapter 6/7. Setelah itu, tiap chapter semakin intens dengan obsctacle yang semakin sulit dilalui. Meski demikian, semua kesulitan itu terbayar lunas dengan permainan grafis, musik, hingga plot yang misterius dari chapter ke chapter. Satu pertanyaan terjawab, muncul lagi pertanyaan baru. Jadi, mainnya nggak pernah bosan. Adanya penasaran terus.

Saya sangat merekomendasikan game ini untuk penyuka thriller dan misteri. Kendalanya mungkin hanya di bahasa yang menggunakan bahasa Inggris. Jadi, harus fluent dan teliti, sebab pemain sangat mudah dikecohkan plot yang tricky.

Oh, ya. Buat yang pengin tanya-tanya soal plot dan teknis bermain agar lebih maksimal sensasinya, bisa nanya-nanya di kolom komentar juga, ya. Memang ada bagian yang dibuka urut lebih enak.

Clue: ending Infinite Future ternyata ada di salah satu date, bukan main stage.

 

(review Mr. Love, foto dari game Mr. Love dan fanpage FB: Mr. Love: Queen's Choice).

 

Penulis:

Putu Felisia

Novelis dan Blogger

 

 

 

 

 

 

 

 

6 komentar:

  1. Huhuhu... aku baru sampai chapter 7 itu aja naiknya susah beud.

    BalasHapus
  2. Entah kenapa aku fokus di kata-kata yang dicoret, wkwkwkwk... #peace

    Berarti dari semua karakter di atas, intinya adalah "trust your intuition" 😂

    Keren ih penjabarannya, jadi makin penasaran. Aku baru chapter 10 betewe. Masih jauuuuh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiiiih ^^ Chapter 10 itu baguuuus

      Hapus
  3. Aku udah main sd chapter 21, overall reviewnya bener sekali! Semua karakter didiskripsikan dg tepat.
    Tpi kalo menurutku untuk Vic meski karakternya stabil, dia bisa memancing emosi si. Ada saatnya CEO overpower ini rapuh namun menyembunyikan emosi yg dalam. Saya bukan bucinnya sih, tapi ya... Saya tersentuh di situ sampai terngiang2 ost suatu film.

    Soal ending, ya saya masih ngarep mc bisa pergi berdua dg Gavin spt wuxia2 itu, hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiiih :D
      Iya, memang memancing emosi. Kalau aja dia satu-satunya tokoh cowok, mungkin ... mungkin ... bisa jadi yang terbaik. Sayangnya, setelah diperhitungkan lagi, fluktuasi emosinya memang flat. Keuntungannya: sama dia jadi rasa aman. Kayak, well, dia nggak mungkin lebih kejam dari ini. Dia memang harus melakukan itu, dan seterusnya.
      Makanya ditulis: memilih jadi partner saja. Perasaan sama dia itu platonis. Nggak bisa seintens tokoh lain yang bikin perasaan kayak naik roller coaster.

      Hapus