Jumat, 27 Desember 2019

Love and Destiny: Ketika Dewa Kompakan Ngebucin


落花一澤 愁腸兩處隔
luòhuā yīzé chóucháng liǎng chù gé
Kuntum bunga jatuh terlepas, terpisah seketika, dua hati lasat menanggung kerinduan
你送我月色卻無從勾勒
nǐ sòng wǒ yuè sè què wúcóng gōulè
Kau mengirimiku sinaran rembulan tetapi tiada cara menggapainya
痛嗎 傾盆而下
tòng ma qīngpén ér xià
Sakitkah rasanya? Aduhai, curahan hujan kini berderai.
仍願化作浪花 去拍打
réng yuàn huà zuò lànghuā qù pāidǎ
Namun, ia masih rela membuih ombak, berbalik kembali, membelai garis pantai.

水从天上来, Water from Heaven, sung by Zhang Bi Chen 张碧晨 & Zheng Yun Long 郑云, terjemahan bebas, thanks to Chendra Ling Ling's helping ^^



Saat pertama kali melihat trailernya, saya merasa serial ini nggak penting-penting amat. Setting mirip Ten Miles Peach Blossoms, aktor dan aktris yang tidak tampak wah (cakep maksudnya) agak membuat saya malas nonton. Meski teman-teman pada ribut fangirling, saya masih lempeng-lempeng aja. Tontonan lain masih banyak, dan saya masih rada malas kena Ashes of Love yang kolosal tapi ya gitu-gitu aja, nggak istimewa.

Cuma, waktu saya memang perlu referensi xianxia yang berbobot, pada akhirnya, saya melirik cerita ini juga. Apalagi, teman-teman makin kencang ngomporin. Mau nggak mau, saya jadi penasaran juga. Seperti apa, sih ... drama yang bikin banyak cewek klepek-klepek ini?

Berikut adalah sinopsis dari Love and Destiny yang saya terjemahkan dari situs mydramalist:

foto: Rakuten Viki


Judul Asli : 宸汐

Kisah cinta antara dewa perang dan gadis belia yang eksistensinya dapat membahayakan dunia.

Lima puluh ribu tahun lalu, Jiu Chen yang dikenal sebagai dewa perang, jatuh tertidur setelah menyegel seorang raja iblis. Tanpa disengaja, Ling Xi membangunkannya dari tidur dan mereka saling jatuh cinta. Sayang, kemudian ditemukan fakta kalau Ling Xi lahir dengan aura jahat yang dapat membantu raja iblis membebaskan diri dan mengembalikan kekuasaan suku iblis.
Jiu Chen menolak membunuh orang yang tak bersalah dan mencoba mengubah takdir Ling Xi. Lewat perjuangan gagah berani Jiu Chen, Ling Xi kemudian berubah dari lugu dan naif menjadi pemimpim gagah berani yang melawan iblis.

Gimana, sinopsisnya, menarik, nggak? XD

Saat itulah saya baru ngeh, ternyata aktor dan aktris yang saya anggap kurang wah itu merupakan aktor dan aktris film layar lebar. Chang Chen pemeran Jiu Chen sendiri merupakan pemeran Xiaohu dalam film kolosal Crouching Tiger Hidden Dragon. Dilihat dari rekam jejaknya, tentu kualitas akting Chang Chen tidak main-main. Begitu adegan pertama, sudah terasa ... inilah Jiu Chen, sang dewa perang yang membeku ribuan tahun.

Dari segi cerita, sebenarnya Love and Destiny ini termasuk biasa-biasa saja. Dewa yang abadi jatuh cinta, terpisah kematian, bertemu lagi, menghadapi tantangan, happy ending. Udah, gitu aja. Adakah yang baru? Nggak. Raja iblis, dewa jahat, ya, apalagi, sih? Nggak ada menu baru dalam drama ini. Terus, raja iblisnya juga gitu-gitu aja, efek CGI yang nggak halus dilihat.

Meski demikian, drama ini memiliki kekuatan di karakterisasi atau penokohan cerita. Jiu Chen dan Lingxi memiliki karakter yang semakin berkembang dan berubah seiring perkembangan cerita. Dilengkapi kualitas akting Chang Chen dan Ni Ni, komplitlah chemistry mereka yang menghanyutkan itu.

Jiu Chen bingung kenapa mendadak purinya mendadak berisik.

Galau dibilang tua :D

Maaf, Mbak Momo xD


Tokoh-tokoh lain juga tidak terkesan asal tempel. Karakter adik seperguruan Jiu Chen, Yun Feng merupakan karakter hidup yang loveable. Hubungan cintanya dengan Tabib Qing Yao dinamis, lucu, menyenangkan untuk diikuti. Hal ini bertolak belakang dengan kisah cinta Donghua Dijun dan Feng Jiu di Ten Miles yang sering saya skip. Maklum, tidak penting kaitannya dengan cerita.

Yunfeng lagi ngebucin xD


Selain tokoh-tokoh di atas ada juga tokoh-tokoh lain yang memang memikat. Penjahatnya sendiri bukan tokoh 2D sinetron yang cuma bisa merengek dan memelotot, tapi punya power buat menghancurkan tokoh utama dengan fitnah. Kaisar Langit yang biasanya dikisahkan mencla-mencle atau otoriter juga lumayan tegas dan bijak. 

Shisan yang nggak peka kode Jiu Chen.


Beberapa adegan saya lihat merupakan perbaikan dari drama-drama yang sudah ada. Misalnya Lingxi yang pelayan Puri Fuyun bukanlah pelayan alay penggoda, akan tetapi pelayan yang polos, lucu, tapi setia. Lalu ada adegan Jiu Chen menyihir pondok untuk menyediakan berbagai kebutuhan (nggak seperti pondok yang ujug-ujug muncul di Ten Miles Peach Blossoms). Ada juga adegan Jiu Chen bersusah payah memasak mie, nggak sim salabim udah keluar teknik Master Chef. Semua itu menghasilkan adegan-adegan yang natural dan nggak menjengkelkan.

Untuk romantismenya sendiri, saya acungi jempol karena penulis tidak memilih berfokus pada masalah dendam. Ten Miles Peach Blossoms sudah sulit ditandingi soal ini. Ashes of Love pun bagi saya masih gagal dalam mendalami perasaan dendam. Jadi, kalau mau melawan chemistry Ye Hua-Bai Qian, itu adalah hal yang sulit sekali.

Penulis juga agaknya tahu soal ini, jadi memutuskan untuk memainkan hubungan yang ringan, manis, dan diwarnai berbagai kelucuan. Hubungan Jiu Chen dan Lingxi yang berkembang dari majikan-pelayan hingga dewa-manusia dan dewa-putri suku dewa cukup manis dan menarik diikuti. Bersyukur karena aktor dan aktris yang mumpuni, semua bagian cerita terasa berisi, tidak sekadar tempel agar episodenya jadi panjang.

Bahkan emak-emak yang ngomelin Jiu Chen di salah satu episode atau ayah Lin Mo yang bingung disodorin akta tanah itu enak untuk dilihat. Hahaha.

Calon mantu ini benar-benar mencurigakan -_-


 Terakhir, kekurangan paling fatal dalam drama ini mungkin hanya ending yang nanggung. Dengan sekian banyak dewa perang yang pergi ke neraka dan nggak bisa balik, nggak dikisahkan (meski dalam dialog pendek) kenapa hanya Jiu Chen yang berhasil kembali selamat. Buat penonton yang sudah telanjur dibutakan cinta (maap maap xD) Mungkin ini tidak masalah, akan tetapi buat saya, ini benaran merusak cerita yang sudah tersusun sedemikian indah. Sayang, lho. Padahal kalau dijelasin dikit aja, plotnya akan jadi oke banget.

Buat kalian yang suka drama percintaan para dewa, drama ini cocok dimasukkan ke dalam list. Sebuah drama yang worthed banget ditonton. Buat saya sendiri, drama ini memang cocok jadi salah satu drama terbaik tahun ini, lepas dari segala kekurangan dan kelebihannya.

Penulis:
Putu Felisia
Novelis dan Blogger.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar