Selasa, 26 Juli 2016

Becoming Jane:Their Love Story Was Her Greatest Inspiration



Siapa tidak kenal Jane Austen?

Hingga kini, karya-karya Jane Austen masih menghiasi toko-toko buku di berbagai negara. Semua karyanya pernah difilmkan atau menjadi serial televisi. Banyak orang kagum dengan kepiawaian Jane mengolah cerita. Bagaimana sebenarnya perjalanan seorang Jane Austen dibahas di film ini.



Pastinya, ada banyak sekali penggemar yang penasaran tentang kisah hidup Jane Austen.

Dalam film Becoming Jane ini, tokoh Jane Austen diperankan oleh Anne Hathaway. Sementara love interestnya—Mr Leroy—diperankan oleh James McAvoy, Si Profesor X dalam X-Men terbaru.
Ada banyak hal yang bisa dicatat dari film ini. Selain setting era Jane Austen yang benar-benar kental, penonton disuguhi banyak dialog-dialog cerdas dengan tata bahasa era Jane Austen. Palet warna yang indah sungguh memanjakan mata. Selain itu, kita juga bisa melihat bagaimana budaya masyarakat Inggris saat itu.

Tak berbeda dengan novel-novel Jane Austen, perjodohan dengan pria terbaik menjadi isu penting. Perempuan diharapkan menikah dengan pria mapan. Sementara pria yang tak memiliki banyak harta memerlukan perempuan yang bisa memberinya harta kekayaan.

Di film ini, Jane Austen sendiri jatuh cinta pada Tom Levroy. Seorang pria yang masih bergantung pada pamannya. Dilihat dari segi manapun, pernikahan ini tidak menguntungkan. Keluarga Jane memilih memihak pada Mr. Wisley. Yang digambarkan sebagai sosok canggung, padahal dia adalah pewaris kekayaan cukup besar.

Dari pihak Tom Levroy sendiri, ada paman yang menentang hubungan Jane dan Tom. Bagi Sang Paman, penulis adalah profesi menyedihkan. Dan paman Levroy juga menganggap Jane hanya pemburu harta yang ambisius.

Ending film ini sebenarnya agak mudah ditebak. Terutama bagi penggemar Jane Austen yang pernah membaca biografinya.

Bagi saya sendiri, film ini membawa kekuatan baru sebagai penyemangat para penulis. Menjadi jujur itu tidak mudah. Akan tetapi, Jane Austen membuktikan sendiri, semua kritik-kritiknya pada zaman menjelma menjadi kisah-kisah manis yang mengabadi. Meski Jane Austen sendiri tidak pernah mengalami happy ending seperti tokoh-tokoh novelnya.

Akhir kata, film ini cocok sekali ditonton oleh para penulis. Bagaimanapun, Jane Austen adalah panutan yang baik bagi pemimpi dan pengkritik seperti kita ;)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar