Jumat, 27 Desember 2019

Love and Destiny: Ketika Dewa Kompakan Ngebucin


落花一澤 愁腸兩處隔
luòhuā yīzé chóucháng liǎng chù gé
Kuntum bunga jatuh terlepas, terpisah seketika, dua hati lasat menanggung kerinduan
你送我月色卻無從勾勒
nǐ sòng wǒ yuè sè què wúcóng gōulè
Kau mengirimiku sinaran rembulan tetapi tiada cara menggapainya
痛嗎 傾盆而下
tòng ma qīngpén ér xià
Sakitkah rasanya? Aduhai, curahan hujan kini berderai.
仍願化作浪花 去拍打
réng yuàn huà zuò lànghuā qù pāidǎ
Namun, ia masih rela membuih ombak, berbalik kembali, membelai garis pantai.

水从天上来, Water from Heaven, sung by Zhang Bi Chen 张碧晨 & Zheng Yun Long 郑云, terjemahan bebas, thanks to Chendra Ling Ling's helping ^^

Jumat, 13 Desember 2019

Toxic Parent, Apakah Anda Salah Satunya?


Beberapa orang tua memiliki kecenderungan untuk menjadikan anak sebagai produk foto kopi mereka. Orang tua ini menggantungkan impian dan harapan mereka dan menuntut anak meraih apa yang dahulu tidak mereka raih.
Apakah sahabat termasuk jenis orang tua seperti ini?
Hati-hati, lo. Bisa jadi, tanpa sadar … sahabat telah menjadi toxic parent. Toxic parent  adalah tipe orang tua sulit yang memiliki kondisi mental tidak stabil atau terganggu kepribadiannya. Toxic parent juga tidak memiliki kesadaran atau kemauan untuk mengubah pola didik. Karena bagi mereka, apa yang mereka lakukan selama ini sudahlah benar.
Artikel ini pernah dimuat di saliha.id dengan judul: Awas, Ini 15 Ciri Toxic Parent yang Harus Anda Tahu (18 April 2018)
Jumat, 06 Desember 2019

Jika Ada Masalah Kejiwaan, Carilah Ahli Kejiwaan, Bukan Ahli Agama


Saya memang bukan psikolog atau psikiater. Saya juga bukan tokoh agama. Meski demikian, saya pernah menjalani konseling pada ketiganya. Saya sembuh dengan kombinasi terapi medis dan spiritual. Jadi saya percaya, dua-duanya sangat membantu saya. Namun, meski saya amat percaya, Tuhan adalah dokter dari segala dokter, saya tidak pernah berani menyarankan orang untuk mengabaikan konsultasi medis dan langsung berkonsultasi kepada tokoh agama.

Mengapa?