Jumat, 25 Oktober 2019

Love is Better Than Immortality: Sentuhan Segar dalam Drama Wuxia

  Oh, kapankah bunga musim semi dan rembulan musim gugur akan berakhir?
Ada berapakah momen masa lalu yang masih kusimpan dalam ingatan?
Angin barat bertiup berulang-ulang menembus kamarku semalam.
Sungguh tak sanggup menanggung ingatan akan rembulan yang cerah di desa yang tua.
Langkah-langkah menjejak beranda pastilah masih terpahat di sana.
Rona semerah mawar di pipi orang-orang berubah semua, begitu saja.
Berapa banyakkah penderitaan yang mampu ditanggung manusia?
(Apakah) sebanyak sungai yang tercipta dari mata air barat?
🌸 Kapankah Bunga Musim Semi dan Rembulan Musim Gugur Akan Berakhir? 🌙 Puisi karya Li Yu (Tang Selatan) 🌸

Love is Better Than Immortality, foto: dramawiki 






Hai! Setelah lama nggak muncul dengan review drama, kali ini saya mau share tentang drama Wuxia modern: Love is Better Than Immortality. Selain diunggah di blog ini, review drama ini juga tampil di halaman Kaypang Gallery. Untuk linknya bisa dibuka di sini.

Data drama:
- Judul Mandarin : 天雷一部之春花秋月 / Tianlei yi Buzhi Chunhua Qiuyue
- Judul Inggris: Love Better than Immortality
- Genre: Historical (fantasy wuxia) , Romance, Time-travel
- Jumlah Episode: 40
- Broadcast network: Youku
- Broadcast period: 5 Juli-16 Agustus 2019


Cast:
- Zhao Lusi as Chun Hua
- Li Hongyi as Qiu Yue
- Wu Junyu as Xiao Bai
- Jiang Yuan as Feng Caicai
- Liu Yitong as Qin Liufeng
- Sheng Huizi as Leng Ning
 
Foto: dokumentasi Kaypang Gallery

Sinopsis:
Seorang wanita dari masa depan menjalani perjalanan waktu ke dunia persilatan untuk mencari cinta. Sistem mesin mengatakan kalau lelaki pertama yang dilihat wanita ini akan menjadi cinta sejatinya. Siapa sangka, alih-alih mengalami kisah cinta nan romantis, si wanita malah terjebak dalam kasus pembunuhan seorang tabib sakti.
Untungnya, karena tidak bisa wuyi/kungfu sama sekali, dia dipungut oleh Xiao Bai, Tuan Muda dari partai penguasa dunia persilatan. Wanita ini kemudian menyandang nama Chunhua (Spring Flower) dan mengaku amnesia.

Chunhua yang menyangka Xiao Bai adalah cinta sejatinya, mengejar-ngejar lelaki ini. Padahal, Xiao Bai masih mencurigainya sebagai tersangka pembunuh tabib sakti. Di sisi lain, Chunhua bertemu ketua partai sesat Qianyue, Shangguan Qiuyue (Qiuyue = Autumn Moon) yang mengakuinya sebagai adik. Sebagai ‘adik’ Qiuyue, Chunhua diharuskan merebut mencuri jurus pamungkas Xiao Bai, Jurus Pedang Fengming.

Intrik demi intrik kemudian berlangsung. Kacang umur panjang yang menjadi sebab kematian sang tabib menjadi isu pertama yang memicu beraneka konflik. Xiao Bai dan Shangguan Qiuyue yang merupakan musuh bebuyutan membuat Chunhua dalam posisi terjepit. Terlebih ketika belakangan diketahui identitas Chunhua yang ternyata tunangan Xiao Bai dan bukan adik Shangguan Qiuyue.
Chunhua yang merasa dirinya diperalat segera membenci Qiuyue. Namun, ternyata semua tidak semudah itu. pernikahannya dengan Xiao Bai dipakai Xiao Bai untuk menyelesaikan isu kacang umur panjang.
Qiuyue sendiri telanjur jatuh hati pada Chunhua. Dia nekat melarikan adik palsunya ini di hari pernikahan. Dia juga menyusun rencana sehingga Xiao Bai terlihat buruk di mata Chunhua.
Chunhua sempat terpengaruh dan meninggalkan Xiao Bai. Sayangnya, ketika dia mengikuti Qiuyue, seorang pengkhianat melukai Qiuyue. Saat-saat menemani Qiuyue memulihkan diri, Chunhua mengetahui masa lalu Qiuyue yang kelam. Tusuk rambut Qiuyue juga mengingatkannya akan sesuatu … lelaki yang dia lihat pertama kali pada saat membuka mata, apakah itu Xiao Bai, ataukah Qiuyue?

Ketika Chunhua mulai beralih hati pada Qiuyue, dia diracuni. Chunhua juga mengetahui kalau Qiuyue ternyata dalang dari semua kejahatan yang terjadi. Saat ini, tantangan kepada Xiao Bai telah dikirimkan oleh Qiuyue. Mereka berdua akan bertarung memperebutkan posisi tertinggi di dunia persilatan. Apakah posisi ini akhirnya dimenangkan Xiao Bai atau Qiuyue? Siapakah pembunuh tabib sebenarnya? Di mana kacang umur panjang yang diperebutkan? Semua akan terjawab saat menonton serial ini.


Review:
Drama yang diadaptasi dari novel Chuanyue zhi Tianlei Yibu oleh Shu Ke ini bagi saya sangat fresh dan cocok ditonton anak muda yang baru menonton serial wuxia. Unsur komedi memperkuat cerita ini. Namun, baku hantam dan tragedi dibuat serius hingga cerita ini seimbang sekaligus tidak membosankan.

Chemistry dua artis utamanya: Zhao Lusi sebagai Chunhua dan Li Hongyi sebagai Qiuyue sangat mulus dan enak dilihat. Perkembangan hubungan mereka juga smooth dan natural. Akting Wu Junyu sebagai Xiao Bai juga terlihat manis dan mampu mengimbangi Li Hongyi. Selain 3 pemeran utama ini, ada beberapa nama yang juga tidak kalah menarik. Salah satunya: Yao Qingren—pemeran raja iblis dalam drama Ashes of Love.

Kelebihan lain drama ini adalah kostum dan setting yang indah. Musik pengiringnya juga mendukung. LianAi Shao Nuhai, lagu pembuka yang dinyanyikan Zhao Lusi menjadi pengantar yang baik untuk menggambarkan drama yang tidak bertema berat ini. Sedang lagu penutupnya, Weiwan Chengde Shunjian menggambarkan momen-momen serius drama ini. Mengharu biru, pas dengan suara Li Hongyi yang tak diragukan lagi. Maklumlah, Li Hongyi sendiri pernah menjadi trainee SM Entertainment-Korea Selatan. Jadi, soal teknik vokal sudah mantap sekali.

Kekurangan drama ini mungkin hanya beberapa plot hole yang masih bisa dimaafkan.
Misalnya: Shangguan Qiuyue yang selalu tampil prima dengan busana dan sanggul khasnya setelah menanggalkan satu penyamaran. Selebihnya, saya rasa masih bisa diterima.

Selain itu yang paling menarik dari drama ini adalah penggunaan syair klasik karya Li Yu: Chunhua Qiuyue he Shiliao? Kapankah bunga musim semi dan rembulan musim gugur berakhir sebagai kode rahasia antara Chunhua dengan Qiuyue.
Puisi ini dan beberapa puisi lain seolah menjadi penghubung antara drama wuxia klasik dengan drama wuxia masa kini yang mengalami banyak perkembangan baru.

Gimana, tertarik nonton? Siap-siap aja karena sudah banyak jatuh korban pesona Qiuyue Gege xD kkk
Penulis:Putu Felisia 
Novelis dan Blogger.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar