Senin, 01 April 2019

Turn to Get A Healthy Life!


Orang sehat kaya raya.
Perkataan Gembala Senior kami ini benar adanya. Dia bercerita tentang seorang hartawan yang harus menghabiskan ratusan juta rupiah tiap berobat. Penyakit langka yang diderita membuat si hartawan tidak bisa memakai baju dan terkena AC. Di dalam rumahnya yang mewah, yang mengenakan baju bagus dan menikmati sejuknya AC justru anjing peliharaannya.



Sabtu lalu, GBI ROCK Lembah Pujian bekerja sama dengan laboratorium klinik Prodia mengadakan seminar kesehatan bertajuk “Gula & Lagu”. Pembicaranya Dr.Hans Tandra: internist, endocrinologist, motivator kesehatan dan penulis buku-buku kesehatan. Puji Tuhan, seminar ini tidak dipungut biaya alias gratis. Dengan demikian, tentu awareness tentang kesehatan ini bisa menjangkau semua kalangan masyarakat, termasuk kalangan masyarakat kelas bawah.



Dalam seminar ini, ditegaskan bahwa gaya hidup sangat mempengaruhi kesehatan kita. Ada 3 kebiasaan buruk yang dilakukan masyarakat masa kini:

  1.  Makan malam-malam.
  2.    Tidak mau sarapan.
  3. .    Sering mengemil.


3 kebiasaan ini adalah pencetus kegemukan dan tentunya mengundang berbagai macam penyakit untuk tubuh. Salah satunya adalah penyakit diabetes.
Ya, diabetes. Penyakit yang sudah menjadi ‘hantu’ dalam kehidupan zaman sekarang. Diabetes bisa disebut sebagai mother of all diseases. Dari diabetes ini, berbagai penyakit lain bisa timbul: dari komplikasi jantung, otak, hingga ginjal. Penyakit diabetes juga mempermudah orang terkena penyakit kanker.

Dengan risiko yang mengerikan ini, kita semua perlu mewaspadai penyakit diabetes. Memperbaiki gaya hidup adalah satu-satunya cara untuk menghindarkan kita dari risiko penyakit diabetes. Caranya adalah: kita perlu mengatur pola makan dan berolahraga teratur.

High Fiber.
Low Calorie.
Low Fat.

Tiga hal ini penting diingat dalam menjaga makanan. Kita juga perlu mengatur waktu makan. Dikatakan, sebaiknya orang makan 6 jam sekali. Bisa menggunakan pola 7-1-7, yakni: makan pukul 07.00 pagi, 13.00 siang, 19.00 malam. Setelah itu tutup meja makan dan biarkan saluran pencernaan kita beristirahat.

Makan buah, ganti gula dengan sweetener (maksimal 2 sachet perhari)
Foto: dokumen pribadi.


Kembali, Dr. Hans menekankan pentingnya sarapan bagi kesehatan, terutama kesehatan pankreas. Menu sarapan harus lengkap dan mengandung paling banyak kalori. Selanjutnya, kalori dikurangi di makan siang dan makan malam. Kurang lebih dikatakan: sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran, makan malam seperti pengemis (sebaiknya hanya diisi menu sayur-sayuran seperti gado-gado tanpa lontong dengan bumbu 3 sendok makan saja).

Jenis makanan juga sangat penting diperhatikan, dalam seporsi makanan, haruslah mengandung lemak (baik), protein, dan karbohidrat. Makanlah yang banyak mengandung serat karena makanan berserat lebih lama diproses menjadi gula darah. Untuk protein, lebih baik makan ikan alih-alih daging lainnya. Ikan laut mengandung lebih banyak omega 3 yang sangat baik bagi kesehatan. Namun, ketika digoreng (terutama goreng rendam) semua makanan berpotensi mengandung lemak jahat..

“Suka kriuk-kriuk? Nah, itu dia lemak jahatnya,” seloroh Dr. Hans.

Untuk camilan, diusahakan hanya makan buah saja. Sedang waktu mengemil sebaiknya 2-3x sehari. Tidak lebih. Lalu jangan lupa, satu jam setelah makan adalah waktu tepat untuk olah raga. Kita bisa jalan 10 menit di pagi dan siang hari, atau menyanyi 3 lagu di malam hari untuk membakar kalori.

Yang terakhir, minumlah air 8 gelas sehari, atau 2 liter. Kalau memiliki penyakit yang harus membatasi minum, konsultasilah dengan dokter.

Kesehatan itu anugerah yang luar biasa. Semoga saja artikel ini bermanfaat untuk menyadarkan kita akan pentingnya kesehatan.

Penulis:
Putu Felisia
Novelis dan Blogger.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar