Sabtu, 23 September 2017

Apakah Mental Anda Bermasalah? Temukan Jawabannya di sini

“Apakah yang akan kukatakan dan kuucapkan kepada TUHAN, bukankan DIA yang telah melakukannya? Aku sama sekali tidak dapat tidur karena pahit pedihnya perasaanku. Ya, Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!”
Yesaya 38: 15-16


Ada satu masa, di mana hari-hari terasa begitu panjang. Kekosongan menyesakkan datang setiap kali saya bangun tidur. Dalam pikiran saya, yang ada hanya memenuhi kebutuhan dasar: makan,minum, mandi, tidur. Masa ini adalah masa yang begitu kelam. Rasanya seperti sebuah robot yang kehilangan program. Hari esok mendadak terlihat seperti lorong gelap tak berujung. Tidak ada rasa senang. Tidak ada rasa sedih. Tidak ada rasa marah. Tidak ada tujuan hidup. Tidak ada keinginan hidup. Satu-satunya pegangan saya adalah takut dosa kalau bunuh diri. Pokoknya, benar-benar kosong. Suwung. Puyung. Seperti cangkang kerang yang tidak berisi.

Jujur, waktu itu, bahkan ancaman kematian dan neraka tidaklah semenakutkan keadaan di atas. Waktu itu, saya siap mati. Saya bahkan sering menirukan doa orang-orang di sekeliling saya. Di mana mereka berdoa supaya buru-buru dicabut nyawa.

Saya bahkan pernah berpikir, disiksa di neraka pun (mungkin) perasaan tidak akan kosong melompong seperti itu. Paling tidak setiap hari sudah jelas, disiksa atau dibakar. Sementara dalam kehidupan seperti di atas, tidak jelas esok hari akan bagaimana. Apakah masih ada orang yang peduli? Atau apakah saya akan terlantar dan mati kelaparan di jalanan? Hidup tanpa pengharapan maupun kepastian akan masa depan seperti itu sangat menakutkan. Serius.

Mungkin bagi kalian yang baca, semua itu terlihat sangat lebay. Saya bahkan nggak jarang mendapat tanggapan serupa dari orang-orang sekeliling. Mereka menganggap saya kurang bersyukur dan malah menasihati dengan wejangan-wejangan sok suci. Saya ini seharusnya bisa seperti mereka yang hebat dalam menghadapi masalah, begitu kira-kira inti nasihat-nasihat mereka.


Hingga kini, orang-orang seperti saya (dulu) sama sekali tidak punya gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi. Sementara masyarakat sekitar cenderung abai dan menganggap gangguan mental itu aib. Padahal, masalah kejiwaan itu masalah yang serius. Tahun 1990, WHO melaporkan 5 dari 10 masalah kesehatan yang menyebabkan disabilitas adalah masalah mental. Masalah-masalah itu adalah: depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif. WHO juga memprediksi, pada tahun 2020 mendatang, depresi akan menjadi penyakit urutan kedua dalam menimbulkan masalah kesehatan.

Apakah anda sehat secara mental?

Untuk mengetahui apakah jiwa cukup sehat atau tidak, kita dapat melakukan sebuah kuis kecil-kecilan untuk kita sendiri. Kuis ini saya dapatkan waktu peringatan hari kesehatan mental setahun lalu.  

Berikan nilai 2 (DUA) untuk jawaban YA, dan 1 (SATU) untuk jawaban TIDAK!

(1)    Apakah saya sering merasa tidak nyaman?
(2)    Apakah saya selalu memiliki perasaan tidak aman?
(3)    Apakah saya tidak percaya diri?
(4)    Apakah saya tidak memahami diri sendiri?
(5)    Apakah saya sering merasa tidak puas dalam hidup dalam hubungan sosial?
(6)    Apakah saya kurang matang dalam hal emosi?
(7)    Apakah kepribadian saya terganggu?
(8)    Apakah saya selalu merasa tidak bahagia?
(9)    Apakah saya tidak mudah beradaptasi terhadap lingkungan?
(10) Apakah saya sering merasa cemas dan khawatir?
(11) Apakah saya kerap merasa takut berlebihan/fobia?
(12) Apakah saya selalu bergantung pada orang lain?

Jika anda memiliki skor tidak lebih dari 12, maka anda memiliki mental yang sehat. Jika skor anda di atas 12, maka kemungkinan besar anda sedang membutuhkan pertolongan. Karena itu, ada baiknya anda mengunjungi seorang terapis yang benar-benar anda percayai. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk meminta bantuan psikolog/psikiater. Siapa tahu, anda memang membutuhkan obat yang tepat.

Bagaimana kalau orang terdekat kita mengalami gangguan jiwa? Dapatkah kita melakukan sesuatu buat mereka? Tentu saja bisa! Untuk menolong, kita perlu mengetahui hal-hal pendukung yang dapat membantu mereka kembali sehat dan bahagia ^^ Selain bantuan terapis, hal-hal di bawah akan sangat membantu mereka kembali hidup dengan baik.

Kasih Sayang
Kita perlu menekankan kepada mereka kalau mereka itu berharga. Dengarkan semua keluhan mereka, kalau perlu beri mereka pelukan dan sentuhan-sentuhan kecil yang tulus. Tenangkan mereka. Temani mereka berdoa. Doakan mereka selalu. Doa orang benar akan didengarkan. Dan Tuhan adalah dokter dari segala dokter. Jadi alih-alih menceramahi soal kurangnya iman, temani mereka dalam persekutuan doa. Tumbuhkan semangat hidup dan semangat juang. Tunjukkan bahwa mereka tidaklah sendirian. Ada Tuhan. Ada kita yang dengan tulus mengharapkan kesembuhan mereka.

Solusi
Perlu diketahui, ada beberapa orang yang terkena gangguan jiwa karena beratnya masalah yang mereka alami. Masalah-masalah ini begitu mendesak hingga terasa mengimpit. Beberapa orang bahkan mengalami stress yang serius hingga muncul keinginan untuk bunuh diri.
Saat ini, kita tidak perlu tampil sebagai hakim yang bilang “Ini kan karena kesalahanmu” dan sebagainya. Mencarikan solusi yang baik akan lebih membantu. Jika mampu, kita dapat memberi pertolongan secara riil, misalnya mencarikan konseling pernikahan untuk mereka yang mengalami masalah rumah tangga, memberi bantuan finansial, membiayai ongkos terapi, dan lain sebagainya. Kita juga dapat memperhatikan apakah mereka masih mampu membiayai kebutuhan dasar mereka, atau apakah kita dapat mencari cara untuk membantu mereka bertahan hidup.
Jika tidak, balik lagi… kita dapat menemani mereka dalam persekutuan doa dan mendoakan mereka dengan tulus. Sebuah doa yang tulus akan lebih baik daripada jutaan nasihat dan ancaman dosa.

Lingkungan yang Sehat
Kita dapat membantu memberi informasi pada keluarga mereka. Kalau bisa, bantu mereka menjauh dari lingkungan toxic. Kenyataannya, orang-orang toxic sangat sulit berubah. Jadi, kalau kita memiliki pergaulan yang baik, ada baiknya kita mengundang mereka ke dalamnya. Siapa tahu, dari pergaulan kita, mereka akan bertemu seseorang yang dapat membantu mereka.
Selain pergaulan, hal yang dapat kita lakukan adalah memberi buku-buku, lagu-lagu, dan tontonan dengan motivasi positif. Tentu saja diutamakan yang menginspirasi, bukan menggurui. Akan lebih baik lagi, jika mereka bisa bertemu orang-orang yang pernah bangkit dari keterpurukan. Obrolan para survivor ini biasanya lebih nyambung dan bisa lebih menyemangati sebab penuh dengan empati.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan penuh harapan.”
Yeremia 29: 11

Masing-masing kita memiliki rancangan kehidupan (destiny) yang merupakan tujuan hidup kita. Melepaskan orang lain dari segala kepahitan, lalu membantu mereka menemukan tujuan hidup akan menjadi bantuan paling luar biasa. Di sini, kita bisa tahu… kalau kita bisa memiliki andil dalam kesuksesan seseorang. Dan itu adalah hal yang sangat mungkin. Banyak orang yang bangkit dan kemudian menjadi sukses. Tak jarang, orang-orang ini memiliki hati yang lebih bisa mengasihi dan mengampuni, karena telah ditempa dalam badai yang dahsyat.

Semua bisa tergantung dari kita.

Jadilah orang yang membantu mereka bangkit. Bukan orang yang mendorong mereka agar lebih tenggelam dalam kubangan.

Kirang langkung ampurayang.
Astungkara, Tuhan memberkati ^^)/



Putu Felisia
IG/wattpad:
PutuFelisia
PutuFelisia_s

1 komentar:

  1. Halo pemirsa di seluruh dunia, sakit, dan
    Penyakit bukanlah hal baik yang hidup di manusia
    tubuh. Virus seperti HIV / AIDS, HEPATITIS B,
    KANKER, HSV, DIABITIS, FYBROID, SPERM RENDAH
    COUNT, STD, dan banyak penyakit lainnya di bumi.
    Jadi teman-teman saya jika Anda berhasil dengan semua ini
    penyakit, email: DR.IKHUORIA@gmail
    .com juga Whats-app Dr IKHUORIA di
    +2348104857337 semoga berhasil

    BalasHapus