Minggu, 06 November 2016

Dilema Penulis Online

Beberapa hari ini, salah satu teman curhat kepada saya kalau dia mulai merasa muak online. Wew, saya langsung merasa miris. Sebab dia adalah salah satu penulis yang saya tahu sangat produktif. Dia mengetik dengan cepat. Dan bisa membuat novel dalam waktu yang singkat. Cerita-ceritanya juga bagus dan rapi secara EBI.
Sayang sekali, bukan?
Nah, saat saya tanyakan apa sebabnya… ternyata salah satu sebab adalah kalau dia selalu diteror pembaca. Tiap hari, dia menerima pesan maupun komentar yang menagih update-an. Semua rata-rata memelas, hingga memaksa. Pokoknya harus update tepat waktu. Masa nggak kasihan sama pembaca yang menanti? Uhuk.

Aduh, saya langsung membayangkan hidup bak dikejar-kejar pangeran tampan, eh… pembaca bak debt collector seperti itu. Dikejar satu tukang tagih saja sudah bikin hidup runyam. Lha, ini… berasa punya hutang puluhan milyar saja, ya?

Padahal, ya… sebenarnya kita penulis juga punya kendala sendiri.

Saya ngerti, dari kaca mata pembaca. Waktu itu sangat berharga. Mood baca itu susah dicari. Belum lagi baca novel online itu capek. Bikin mata jereng. Tapi demi rasa cinta pada cerita dan penulis, semua itu rela dijalankan. Karena itu, wajar dong, kalau pembaca maunya tahu beres. Update cepat, habis penasaran, sih… dan lain sebagainya.

Sayangnya, jarang ada pembaca yang mau tahu atau mengerti kehidupan pribadi penulis. Apakah penulis itu sedang sakit/sehat, apakah penulis itu sedang ada masalah keluarga, apakah penulis itu lagi punya uang atau nggak beli kuota internet, apakah penulis itu baru ditolak major untuk kesejuta kalinya, apakah penulis itu baru diputusin pacar, eh…

Padahal, lho… di luar kalau menulis cerita itu nggak gampang (baca aja perlu mood, apalagi nulis), sama juga mata jereng di depan komputer/laptop, penulis juga punya berbagai permasalahan hidup yang tidak diungkapkan kepada para pembaca. Padahal, orang-orang yang paling menghibur penulis, ya pembaca. Tahu, nggak sih… satu pujian itu bisa mendatangkan seribu inspirasi, sedang satu kritik (baca: komentar menjatuhkan), bisa menyiksa ribuan hari? #tsaaah

Pokoknya, bagi penulis, pembaca itu seperti tamu kenegaraan yang harus dijamu dengan sebaik-baiknya. Disajikan menu selezat-lezatnya. Menyenangkan tamu akan mendatangkan kepuasan tersendiri buat penulis. Iya, lho…

Kebayang nggak, sih… kalau kebanyakan penulis online itu sebenarnya nggak dibayar? Tapi demi pembaca, penulis itu rela memeras otak, keluar modal beli buku-buku referensi, bahkan bayar berbagai kursus nulis, hanya untuk membuat karya berkualitas. Semua itu demi menyenangkan pembaca.

Sementara itu, pembaca yang maunya tahu beres hanya bisa mengirimkan pesan dan komentar bernada todongan. Tanpa bertanya dulu, Apa kabar, Kak? Udah makan, Kak? Sehat, Kak? Baper, Kak? Ada dana buat online, Kak? Sinyal bagus, Kak?

Karena itu, sebelum menodong penulis, ada baiknya pembaca mengingat. Kalau kebanyakan bacaan online itu disajikan secara GRATIS. Sama sekali tidak meminta kontribusi selain like, vote, atau komentar. Kebayang, nggak… waktu kalian todong penulis sebenarnya masih bingung mau makan apa, soalnya di lemari tinggal ada mie instan dan telur sebiji, padahal uang bulanan sudah habis. Kalau nggak, coba bayangkan sendiri dulu. Enak nggak kalau kalian bertukar posisi? Gimana kalau kalian yang ditodong, padahal perut lagi demo gitu?

Jadi, alangkah baiknya sama-sama kita belajar. Hingga bisa online bersama-sama dengan nyaman. Kasihan, kan… kalau misalnya para penulis banting setir semua jadi tukang sate *uhuk* gara-gara muak online dan merasa menulis itu nggak ada untungnya. Nggak bisa memberi penghidupan layak.
Penulis dan pembaca adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Tentu akan lebih bagus kalau bisa bersinergi dan saling menguatkan.

Sate Ayam Bedahulu
Dibuat dari daging ayam berkualitas dan resep rahasia yang sudah dijaga sejak tahun 1985. Telah disajikan dalam berbagai acara-acara adat, termasuk acara tamu kenegaraan.

Sate yang layak dicicipi kalau melancong ke Bali.


2 komentar:

  1. Di webtoon juga kejam. katanya bahkan lebih kejam. Author masuk RS oipname dimaki2 boooo. Trus gambar kualitasnya turun, juga dimarahi. Pdhl GRATIS. kan ngeselin tuh. Smg temannya bs bertahan yha... kirim peluk semangat buat dia. ganbaa

    Btw satenya enak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga semua tetap semangat ya...
      Ganbatte ^^
      Eh, pernah nyobain satenya ya? :D

      Hapus